JATIMPOS.CO, KABUPATEN JEMBER – Munculnya Surat Edaran Bupati Jember Muhammad Fawait / Gus Fawait terkait pengelolaan sampah mandiri, di lingkungan instansi negara, membuat Politeknik Negeri Jember (Polije) bergerak cepat dalam merespons Surat Edaran (SE) tersebut.

Komitmen ini langsung disuarakan oleh Direktur Polije, Saiful Anwar sebagai langkah nyata institusi dalam mendukung kelestarian lingkungan dan keberlanjutan.

Saiful Anwar menyampaikan bahwa Polije telah menginisiasi upaya-upaya pengelolaan sampah mandiri sejak beberapa waktu lalu. Langkah ini diwujudkan melalui sistem pemilahan sampah yang terstruktur sejak dari hulu.

"Di Polije, kami upayakan dan pilah sampah mulai dari sampah organik, anorganik, hingga sampah yang bisa didaur ulang. Sampah-sampah tersebut dikumpulkan sesuai dengan jenisnya pada tempat pembuangan yang sudah teridentifikasi dan terklasterisasi dengan baik," kata Saiful, Kamis (21/5/2026).

Budaya peduli lingkungan ini tidak hanya menjadi slogan, melainkan terus digaungkan dalam setiap acara resmi di tingkat institusi untuk membangun kesadaran seluruh civitas akademika. Polije berkomitmen menciptakan budaya baru dalam menempatkan dan membuang sampah sesuai klasifikasinya.

Polije memfokuskan pemanfaatan anggaran tersebut untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah mandiri, terutama untuk jenis sampah anorganik seperti plastik, kaca, dan logam berat.

Untuk sampah plastik, Polije melakukan proses penghancuran dan pengumpulan kembali guna mengembalikan fungsinya (recycle) menjadi barang-barang baru yang bernilai guna tinggi, salah satunya pot tanaman.

Inovasi pengelolaan sampah anorganik di Polije juga digerakkan secara masif melalui peran aktif kaum perempuan. Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Polije secara rutin mengadakan pelatihan keterampilan bagi anggotanya untuk menyulap sampah anorganik menjadi produk bernilai ekonomis.

"Kami menghidupkan dan menggairahkan kegiatan DWP Polije. Di setiap pertemuan, Ibu-Ibu Dharma Wanita selalu menggaungkan pelatihan pembuatan tas dan barang bermanfaat lainnya yang bahan dasarnya dari sampah anorganik. Ini memberikan nilai tambah yang luar biasa," ulasnya.

Tidak hanya sampah anorganik, Saiful Anwar menjelaskan Polije juga menaruh perhatian besar pada pengelolaan sampah organik yang bersumber dari dedaunan dan sisa makanan. Sampah sisa makanan dimanfaatkan secara optimal sebagai bahan pakan maggot.

Sementara itu, sampah organik lainnya diproses melalui mekanisme fermentasi dan penambahan zat tertentu melalui proses kompostisasi.

"Hasil fermentasi ini menghasilkan pupuk kompos berkualitas. Mengingat harga pupuk di pasaran saat ini cukup mahal, inovasi ini sangat membantu memenuhi kebutuhan internal Polije, yang mana dominasi kegiatannya memang banyak bergerak di bidang pertanian," jelasnya.

 

Seluruh rangkaian inovasi kelola sampah ini merupakan bagian dari langkah Polije dalam mendukung program Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

 

Polije mengapresiasi dan menyambut baik SE Bupati Jember yang mengimbau masyarakat untuk arif dan bijaksana dalam menggunakan kantong plastik. Dan Polije mendukung penuh gerakan membawa kantong belanja mandiri dari rumah guna mengurangi produksi sampah plastik baru di toko-toko modern. (Ari)