JATIMPOS.CO, KABUPATEN JEMBER - Bupati Jember Muhammad atau Gus Fawait mempresentasikan Strategi dan inovasi dalam mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem di wilayahnya. 

Hal ini disampaikan langsung dalam acara Sosialisasi Rinduk dan Inovasi Daerah dalam Percepatan Pengentasan Kemiskinan yang berlangsung di Gedung TB Taskin, Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Dalam pemaparannya yang bertajuk 'Praktik Baik Penguatan Data Sasaran Percepatan Pengentasan Kemiskinan', Gus Fawait sapaan akrab Bupati Jember menegaskan bahwa kunci utama efektivitas pengentasan kemiskinan terletak pada akurasi data di tingkat paling mikro (By Name By Address/BNBA).

“Jember saat ini bergerak dinamis dari sekadar memiliki data sasaran menuju intervensi yang benar-benar presisi. Kami melakukan penguatan data mikro agar program jaminan sosial, baik dari APBN, APBD, maupun CSR perusahaan, jatuh ke tangan warga yang tepat, yang memang ada di lapangan dan layak menerima bantuan,” kata Gus Fawait.

Ikhtiar Pemkab Jember terbukti membuahkan hasil positif yang terekam dalam capaian indikator makro.

Ia menyebutkan berdasarkan data evaluasi performa daerah, penurunan jumlah penduduk miskin Jember berhasil mengentaskan 8,01 ribu jiwa penduduk dari jerat kemiskinan dalam kurun waktu 2024–2025.

"Angka kemiskinan yang berada di level 9,01 persen pada tahun 2024, sukses ditekan menjadi 8,67 persen pada tahun 2025 (mencakup 216,76 ribu jiwa). Jadi Untuk mempertahankan tren positif tersebut, Pemkab Jember kini membidik Verifikasi dan Validasi (Verval) Data Terpadu Sasaran Ekonomi Nasional (DTSEN) Desil 1 dengan total sasaran 97.060 KK, di mana 68.351 KK di antaranya diproyeksikan siap menerima intervensi program secara langsung dan cepat," ulasnya.

Yang menjadi perhatian nasional dari pemaparan Fawait adalah inovasi Model Verval DTSEN Desil 1. Pemkab Jember mengambil langkah berani dengan memobilisasi 22.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan kerja Kabupaten Jember untuk turun langsung ke lapangan sebagai verifikator.

Melalui gerakan taktis ini, ia menjelaskan jika para ASN melakukan metode groundcheck yang ketat dengan memeriksa 39 variabel indikator kemiskinan, menyertakan dokumentasi foto bersama kepala keluarga sasaran, serta mengunggah data secara real-time melalui aplikasi berbasis web dan smartphone.

"Alur kerja lapangan dijalankan secara sistematis dalam 5 tahapan komprehensif yakni Penyediaan Data dengan mengunduh daftar sasaran DTSEN Desil 1 per wilayah, Ploting Tugas dengan membagi sasaran secara proporsional kepada ASN berdasarkan wilayah tugas atau domisili terdekat," jelas Fawait.

"Verifikasi lapangan dengan kunjungan rumah ke rumah untuk memvalidasi 39 variabel dan mengambil dokumentasi dan kompilasi dengan analisis untuk mengonsolidasikan data untuk memetakan status mutakhir dari sasaran serta eksekusi intervensi dapat mengarahkan program kerja dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kementerian/Lembaga, hingga dana CSR tepat ke sasaran prioritas hasil verval," lengkapnya.

Bupati Jember Gus Fawait yakin dengan model replikasi kepemimpinan yang kuat, komitmen birokrasi, serta integrasi teknologi data ini, Kabupaten Jember tidak hanya mampu menyajikan data yang valid, tetapi juga mewujudkan pemerataan keadilan sosial yang nyata bagi seluruh masyarakatnya. (Ari)