Colors: Green Color

JATIMPOS.CO/BATU — Sekretaris DPRD Provinsi Jawa Timur Muhammad Ali Kuncoro menekankan pentingnya kesiapan aparatur sipil negara (ASN) dan sinergi dengan insan pers dalam menghadapi era disrupsi.

Pesan tersebut disampaikan saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas ASN Sekretariat DPRD Jatim bersama Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Indrapura di Kota Batu, Kamis (23/4/2026).

​Di hadapan para peserta, Ali Kuncoro menyoroti tantangan zaman yang kini masuk dalam era VUCA, yakni Volatile (berubah cepat), Uncertain (tidak pasti), Complexity (rumit), dan Ambiguity (tidak jelas). 

Menurutnya, fenomena ini tidak bisa dihindari melainkan harus dilawan dengan formulasi VUCA versi positif.

​"V-nya adalah Vision, harus punya visi yang jelas untuk menghadapi tantangan zaman. U-nya Understood, mengerti apa problemnya. C-nya Clarity, harus dibikin jelas dan tidak boleh ada yang abu-abu. Dan A-nya adalah Agile, kita harus lincah di era penuh ketidakpastian ini," papar Ali Kuncoro.

Ia juga menekankan peran strategis tim Master of Ceremony (MC) dan keprotokolan sebagai garda depan yang mencerminkan citra DPRD Jatim.

Ali mengibaratkan lembaga legislatif sebagai etalase yang menentukan persepsi publik terhadap kinerja institusi.

Untuk itu, ia membekali ASN dengan rumus penyelenggaraan kegiatan 70-20-10.

​"Ingat rumus ini: 70 persen itu adalah persiapan. Disiapkan semuanya dengan baik, setup-nya, kerapian panggung, tamu undangan, hingga sound system. Lalu 20 persen adalah koordinasi, mengecek detail kehadiran tamu dan narasumber. Terakhir, 10 persen adalah eksekusi, pasti lancar," tegasnya. 

Ia juga menambahkan bahwa pekerja protokol dan MC harus mampu bekerja dalam senyap, namun memberikan hasil akhir yang mengesankan.

​Selain penguatan internal, Ali Kuncoro juga mengajak Pokja Wartawan Indrapura untuk bersiasat menghadapi gempuran disinformasi di media sosial. 

Ia memaklumi dinamika saat ini sering kali menjebak media dalam dilema antara tuntutan kecepatan tayang dan keakuratan data, ditambah dengan tekanan ekonomi yang berpotensi memengaruhi independensi pers.

​Menyikapi hal itu, Ali menganalogikan berita atau program kehumasan sebagai sebuah barang yang butuh kendaraan andal agar sampai tepat sasaran ke masyarakat.

​"Mau sebagus apa pun program dan kontennya, kalau kendaraannya colt thonthong ya tidak sampai-sampai. Tapi kalau kendaraannya setara Mercedes Benz atau BMW, pasti wusss, cepat tersampaikan," ujarnya.

​Menutup arahannya, Ali Kuncoro menyampaikan apresiasi atas kontribusi Pokja Wartawan Indrapura selama ini. Ia berharap ke depannya kolaborasi yang terjalin semakin kokoh untuk membranding citra lembaga legislatif Jawa Timur.

​"Mari kita bangun marwah dan wajah Indrapura itu sebagai sebuah etalase yang memang layak untuk dilihat dan disinggahi," pungkasnya. (zen)

JATIMPOS.CO//SURABAYA - Komisi A DPRD Kota Surabaya menegaskan dukungan terhadap perlindungan hukum bagi juru parkir yang tergabung dalam Paguyuban Juru Parkir Surabaya (PJS), sekaligus memperkuat komitmen mendorong digitalisasi parkir sebagai solusi penataan parkir yang lebih tertib, aman, dan transparan. Komitmen itu mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dipimpin Ketua Komisi A, Yona Bagus Widyatmoko, Selasa (21/4/2025).

JATIMPOS.CO/SURABAYA — Suasana hangat dan penuh apresiasi terasa di peringatan Hari Kartini 2026 yang digelar DPRD Provinsi Jawa Timur, Selasa (21/4/2026). Sebanyak 62 perempuan dari berbagai latar belakang hadir sebagai “Kartini masa kini”, menerima tali asih atas kontribusi mereka di tengah masyarakat.