JATIMPOS.CO // SURABAYA – Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Jawa Timur mengingatkan agar anggaran di sektor kebudayaan, kepemudaan dan olahraga tidak hanya menghasilkan kegiatan atau event.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Fraksi PAN DPRD Jatim, Abdullah Abu Bakar, saat menyampaikan Pendapat Akhir Fraksi PAN terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Jatim Tahun Anggaran 2026 dalam rapat paripurna DPRD Jatim, Kamis (3/9/2026).

Abu Bakar mengatakan, perhatian terhadap sektor kebudayaan, kepemudaan dan olahraga tidak cukup hanya diwujudkan melalui penyelenggaraan berbagai kegiatan.

“Anggaran jangan hanya menghasilkan event, tetapi harus berdampak pada regenerasi seniman, prestasi atlet, pemanfaatan aset dan ekonomi kreatif hingga terbentuknya ekosistem akar rumput penggiat kebudayaan, kepemudaan dan olahraga,” kata Abu Bakar.

Menurut Abu Bakar, penggunaan anggaran perlu memiliki dampak yang dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh para pelaku di sektor kebudayaan, kepemudaan maupun olahraga.

“Pada titik ini segera dan sangat mendesak untuk evaluasi dan audit kondisi dan pemanfaatan seluruh aset olahraga milik Pemprov, termasuk segala hibah pada sektor olahraga dan kepemudaan,” ujarnya.

Selain itu, Fraksi PAN juga menempatkan kebudayaan, kepemudaan dan olahraga sebagai bagian dari sektor yang perlu diperhatikan dalam penentuan prioritas belanja Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Abu Bakar mengatakan, anggaran daerah perlu diarahkan pada program-program yang memberikan dampak, di samping tetap memenuhi berbagai urusan wajib pemerintah.

“Fraksi PAN memberi perhatian prioritas belanja adalah hal berdampak di samping urusan wajib. Untuk itu kami meminta Gubernur dan OPD agar memperhatikan catatan-catatan ini,” pungkasnya. (zen)