JATIMPOS.CO/KOTA PASURUAN – Puluhan siswa SMK Untung Surapati Pasuruan mempelajari praktik demokrasi dan fungsi lembaga legislatif melalui kunjungan belajar ke DPRD Kota Pasuruan, Senin (31/08/2026).
Selain mengenal tugas dan kewenangan DPRD, para peserta didik juga mendapatkan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba dan risiko balap liar.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut diikuti 49 siswa bersama seorang guru pendamping. Rombongan diterima di Gedung DPRD Kota Pasuruan untuk mengikuti pemaparan dan dialog mengenai penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Para siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga melakukan observasi di lingkungan DPRD. Mereka mempelajari struktur kelembagaan, aktivitas di lingkungan DPRD, keterbukaan informasi, serta pelayanan publik sebagai bagian dari pembelajaran mengenai demokrasi.
Dalam sesi dialog, para peserta mengajukan sejumlah pertanyaan mengenai proses penyusunan kebijakan daerah. Salah satu topik yang dibahas berkaitan dengan upaya pemerintah daerah mendukung tenaga kerja lokal dan membuka peluang kerja bagi lulusan sekolah menengah kejuruan.
Mekanisme pengambilan keputusan di lembaga legislatif juga menjadi perhatian para siswa. Mereka mempelajari proses musyawarah yang dilakukan anggota DPRD dari berbagai partai politik ketika membahas kebijakan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.
Pembahasan kemudian berkembang pada persoalan yang dekat dengan kehidupan remaja, yakni penyalahgunaan narkoba dan balap liar. Para siswa memperoleh penjelasan mengenai dampak dan risiko dari kedua perilaku tersebut terhadap keselamatan, pendidikan, dan masa depan generasi muda.
Ketua Komisi I DPRD Kota Pasuruan, Yanuar Priambada, menyampaikan bahwa pendidikan demokrasi dapat diperkenalkan kepada pelajar melalui pengalaman langsung.
Menurutnya, kunjungan ke lembaga legislatif dapat membantu siswa memahami hubungan antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan masyarakat.
Pendamping SMK Untung Surapati, Khamdan Saifudin, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu sarana pembelajaran di luar kelas.
"Kami ingin siswa mendapatkan pengalaman langsung tentang bagaimana lembaga legislatif bekerja sekaligus memahami persoalan sosial yang harus mereka hindari," ujarnya.
Ketua DPRD Kota Pasuruan, H. Toyib, berpesan agar para peserta didik memanfaatkan masa sekolah untuk membangun prestasi dan menjauhi perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
"Narkoba dan balap liar jangan sampai menjadi bagian dari kehidupan anak-anak muda. Jaga diri, patuhi aturan, dan gunakan waktu untuk kegiatan yang positif," kata Toyib. (shl)