JATIMPOS.CO/SURABAYA — Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur Freddy Poernomo menyoroti pola pembentukan panitia seleksi (pansel) dalam uji kompetensi jabatan eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Pansel dinilai terlalu monoton dan tidak memberi ruang yang cukup bagi akademisi lain yang memiliki kompetensi.

Ia mengatakan, persoalan pansel menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan kualitas pengisian jabatan karier di birokrasi.

“Yang paling saya tidak suka itu masalah uji kompetensi. Panselnya jangan itu-itu terus, seolah-olah tidak ada profesor lain,” ujar Freddy saat ditemui di DPRD Jatim, Kamis (29/1/2026).

Menurut Freddy, Jawa Timur memiliki banyak perguruan tinggi besar dengan sumber daya akademisi yang mumpuni untuk dilibatkan dalam pansel seleksi jabatan pimpinan tinggi pratama.

“Perguruan tinggi di Jawa Timur ini bukan hanya itu saja. Misalkan ada Universitas Airlangga, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Brawijaya, sampai Universitas Jember. Itu harus diberi kesempatan semua,” katanya.

“Mereka-mereka ini menurut saya kan sudah waktunya gantian lah. Intinya itu saja,” tambahFreddy.

Selain itu, Freddy juga menyoroti persoalan masih banyaknya jabatan eselon II yang diisi pelaksana tugas (Plt). Menurutnya, jabatan eselon II merupakan jabatan karier yang semestinya telah dipersiapkan jauh hari sebelum pejabat definitif pensiun.

“Eselon itu jabatan karier. Nah seharusnya sudah diantisipasi sebelum mereka pensiun, bukan menunggu pensiun baru Plt,” ujarnya.(zen)