JATIMPOS.CO/BOJONEGORO – Anggota DPRD Jawa Timur Fraksi Partai Golkar, Freddy Poernomo, S.H., M.H., menyoroti persoalan irigasi yang masih menjadi keluhan utama petani saat menggelar reses di Pondok Pesantren Mamba'ul Ulum Kedungadem, Dusun Sumbergirang, Desa Jamberejo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Senin (27/7/2026).
Freddy mengatakan, persoalan pertanian yang paling banyak disampaikan masyarakat masih berkaitan dengan kelangkaan pupuk dan ketersediaan air, terutama saat musim kemarau ketika petani mulai menanam tembakau.
"Problem yang banyak disampaikan masyarakat itu soal pendidikan dan pertanian. Untuk pertanian, persoalannya masih sama, mulai dari pupuk yang langka hingga masalah air, apalagi sekarang musim kemarau," kata Freddy.
Ia mengungkapkan telah berkoordinasi dengan Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro mengenai penyelesaian persoalan irigasi di wilayah pertanian. Menurutnya, pemerintah kabupaten telah menyiapkan langkah untuk mendukung penyediaan jaringan pengairan.
Di sisi lain, Freddy meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur turut berperan dalam penyelesaian persoalan air tanah serta mendorong pengelolaan irigasi yang menjadi kewenangan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bengawan Solo agar lebih berpihak kepada kebutuhan petani.
"Saya berharap pengaturan irigasi dari bendungan maupun sungai bisa lebih bijak. Pemerintah itu hadir untuk melayani masyarakat. Jangan sampai aturan yang terlalu kaku justru menyulitkan petani memperoleh air," ujarnya.
Ia menilai distribusi air masih belum merata. Air yang mengalir dari hulu kerap tidak sampai ke wilayah hilir sehingga sejumlah lahan pertanian, khususnya di daerah perbukitan, kesulitan memperoleh pasokan air.
"Kadang di tengah sudah mampet sehingga yang di hilir tidak kebagian. Daerah-daerah perbukitan juga masih mengalami kesulitan air. Ini yang harus menjadi perhatian bersama," pungkasnya. (zen)