JATIMPOS.CO/SURABAYA — Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mulai memanaskan mesin politik menuju Pemilu 2029. Konsolidasi besar-besaran dilakukan melalui Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) DPW PSI Jawa Timur yang digelar di Gedung Dyandra, Surabaya, Jumat (9/1/2026).

Rakorwil tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan momentum penguatan struktur partai hingga tingkat kecamatan. Dalam kesempatan itu, PSI juga melantik kepengurusan DPW PSI Jawa Timur yang diketuai F Bagus Panuntun.

Ketua DPW PSI Jatim Bagus Panuntun menegaskan, medan politik Jawa Timur menuntut kesiapan mental yang kuat. Ia mengingatkan kader bahwa modal finansial maupun intelektual tidak akan berarti tanpa daya juang.

“Orang punya duit banyak, orang pintar banyak, tetapi kalau tidak punya mental pertarung, di tengah jalan pasti habis,” ujar Bagus.

Menurut dia, penguatan struktur menjadi kunci utama PSI Jawa Timur menghadapi kontestasi Pemilu 2029. Dalam waktu dekat, PSI Jatim akan menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) sebagai langkah evaluasi sekaligus percepatan konsolidasi organisasi.

Sementara itu, Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep menilai kesiapan PSI di Jawa Timur mengalami peningkatan signifikan dibandingkan pemilu sebelumnya. Ia menyebut Jawa Timur berpotensi menjadi salah satu lumbung suara PSI secara nasional.

“Kalau saya lihat, Jawa Timur kali ini jauh lebih siap untuk menghadapi Pemilu 2029,” kata Kaesang.

Kaesang mengaku terkesan dengan militansi kader PSI Jawa Timur. Bahkan, ia menyebut struktur kepengurusan PSI di provinsi tersebut sebagai yang paling solid dibandingkan daerah lain di Indonesia.

“Untuk struktur PSI di Jawa Timur ini jauh lebih baik. Jujur saja, ini lebih solid dibandingkan daerah lain,” ujarnya.

Ia membeberkan, pembentukan struktur PSI di tingkat kecamatan di Jawa Timur telah mencapai sekitar 96 persen. Selanjutnya, konsolidasi akan dilanjutkan hingga tingkat kelurahan bahkan dusun.

“Struktur di tingkat kecamatan sudah sekitar 96 persen. Habis ini kita lanjut sampai kelurahan, bahkan kalau bisa sampai dusun,” tutur Kaesang.

Menurut dia, kekuatan struktur hingga akar rumput penting agar program-program PSI benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Supaya kebermanfaatan PSI ini benar-benar terasa sampai masyarakat paling bawah,” kata Kaesang.

Dengan fondasi organisasi yang semakin kokoh, PSI memasang target ambisius pada Pemilu 2029. Untuk DPRD kabupaten/kota di Jawa Timur, PSI membidik 100 kursi, sementara di tingkat DPRD provinsi menargetkan delapan kursi.

“Kalau kabupaten/kota target kami 100 kursi. Di provinsi dari satu kursi sekarang, targetnya delapan kursi,” tegas Kaesang.

Selain target elektoral, PSI juga menaruh perhatian pada peningkatan partisipasi politik generasi muda, khususnya di Jawa Timur.

“Target kami anak muda tidak antipati terhadap politik. Minimal mau datang ke TPS dan berpartisipasi di pemilu,” pungkasnya. (jum).