JATIMPOS.CO/SURABAYA — Tema Satyam Eva Jayate ditegaskan sebagai jangkar moral dan ideologis PDI Perjuangan dalam menghadapi dinamika politik nasional dan global.
Nilai tersebut menjadi pesan utama dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 PDI Perjuangan yang dirangkaikan dengan pelaksanaan Rakernas I.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, menyampaikan bahwa Satyam Eva Jayate dimaknai sebagai standar kebenaran ideologi Pancasila yang berakar pada spirit 1 Juni 1945, sekaligus menjadi pedoman etika, termasuk bagi generasi muda di ruang digital.
“Satyam Eva Jayate adalah perisai moral dengan standar kebenaran ideologi Pancasila. Bagi pemuda, ini pesan untuk berani berbicara kritis dan memperjuangkan kebenaran serta keadilan,” ujar Deni, Sabtu (10/1/2026).
Menurutnya, Rakernas I PDI Perjuangan diposisikan sebagai ruang strategis untuk memperkuat konsolidasi internal dan merumuskan sikap politik partai atas berbagai isu krusial, baik nasional maupun internasional. Forum ini juga menegaskan peran PDI Perjuangan sebagai partai penyeimbang yang kritis dan berpihak pada kepentingan rakyat.
“Rakernas I bukan agenda rutin, melainkan penegasan konsolidasi PDI Perjuangan sebagai partai penyeimbang yang kritis dengan kerja nyata di tengah rakyat, sekaligus meneguhkan semangat juang memuliakan kemanusiaan dan keadilan,” kata Deni.
Selain membahas arah politik, Rakernas I juga menegaskan keberlanjutan kerja-kerja kemanusiaan partai melalui gotong royong kader. Deni menyebut, respons kebencanaan di sejumlah wilayah seperti Aceh, Sumatra Barat, Sumatra Utara, Sulawesi Utara, Jawa Barat, dan daerah terdampak lainnya menjadi bagian dari komitmen nyata partai di tengah masyarakat.
Ia menambahkan, Rakernas I turut membahas berbagai persoalan strategis, mulai dari geopolitik, krisis ekologis, ekonomi, korupsi, hingga penegakan hukum dan penguatan program internal partai. Pesan yang ingin ditegaskan adalah keyakinan bahwa kebenaran akan tetap menemukan jalannya.
“Satyam Eva Jayate menjadi jangkar pesan bahwa kebenaran akan selalu menang,” tegasnya.
Dalam kerangka ideologi, patriotisme, dan kerakyatan, PDI Perjuangan menempatkan kader sebagai penjaga nilai kedaulatan rakyat di tingkat akar rumput sekaligus pelaksana program konkret untuk masyarakat. Sejarah perjuangan dari era Bung Karno, PNI, PDI, hingga PDI Perjuangan disebut menjadi fondasi kesetiaan partai pada konstitusi, hukum, dan demokrasi.
“Partai lahir dari kandung rakyat dan setia pada jalan kerakyatan. Inilah ruh yang harus dibawa kader menghadapi dinamika politik 2026,” pungkas Deni. (zen)