JATIMPOS. CO/ KOTA MOJOKERTO – Kota Mojokerto kembali menambah daya tarik wisatanya melalui peresmian Galeri Soekarno Kecil yang berlokasi di SD Negeri Purwotengah, Senin (26/1/2026). Kehadiran galeri ini menjadi langkah konkret Pemerintah Kota Mojokerto dalam memperkuat identitas daerah sebagai kota bersejarah sekaligus pusat edukasi nasional.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menegaskan bahwa sejarah panjang yang dimiliki Kota Mojokerto merupakan aset berharga yang harus terus dihidupkan. Melalui Galeri Soekarno Kecil, masyarakat diajak menelusuri jejak perjalanan hidup Presiden pertama Republik Indonesia sejak masa kanak-kanak.

“Sejarah adalah fondasi jati diri bangsa. Kota Mojokerto memiliki keterkaitan kuat dengan perjalanan hidup Bung Karno, dan ini menjadi potensi besar yang perlu terus dikenalkan, khususnya kepada generasi muda,” ungkap Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto.

Ia berharap, galeri ini tak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga mampu menggerakkan sektor pariwisata daerah. Dengan konsep edukatif dan interaktif, Galeri Soekarno Kecil diharapkan mampu menarik kunjungan wisatawan lokal hingga mancanegara.

“Mari jadikan galeri ini sebagai ruang inspirasi. Di sini kita bisa mengenal lebih dekat sosok Kusno kecil, yang kelak tumbuh menjadi proklamator bangsa,” ajaknya.

Galeri Soekarno Kecil dibuka setiap hari pukul 09.00–15.00 WIB dengan kuota maksimal 10 orang per sesi. Tiket masuk dipatok Rp5.000 untuk dewasa dan Rp2.500 untuk anak-anak, sudah termasuk layanan pemandu wisata serta akses penuh ke seluruh ruang galeri.

Pengunjung diajak menyusuri lima ruang tematik yang disusun secara kronologis. Ruang pertama menggambarkan masa kecil Soekarno, lengkap dengan kisah keseharian dan kegemarannya. Ruang kedua mengulas perjalanan pendidikan yang membentuk karakter serta cara berpikirnya.

Memasuki ruang ketiga, pengunjung diperkenalkan pada Soekarno sebagai arsitek visioner melalui karya dan gagasan desainnya. Sementara ruang keempat menyajikan kisah perjuangan melawan penjajahan yang sarat nilai patriotisme. Perjalanan ditutup di ruang kelima, yang menampilkan dokumentasi momen-momen bersejarah Bung Karno serta keterkaitannya dengan Kota Mojokerto.

Peresmian galeri ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Mojokerto dalam mengembangkan wisata berbasis sejarah dan budaya, sekaligus memperluas ruang pembelajaran sejarah bagi masyarakat. (din)