JATIMPOS.CO/KEDIRI- Pagelaran wayang kulit yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar Jatim) bersama DPRD Provinsi Jatim di Desa Bulupasar, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri Selasa malam (9/12/2025) tampak meriah, semarak dan penuh khidmad.
Hal itu bukan saja karena penontonya banyak melebihi kapasitas terop, pedagangnya banyak, tetapi juga sejumlah tokoh daerah Jatim bahkan nasional turut hadir.
Diantaranya anggota DPRD Jatim, pejabat Disbudpar Jatim, pejabat dan anggota DPRD Jatim, Forkopimcam, Kades dan tokoh masyarakat setempat. Bahkan tokoh nasional hadir, yakni anggota DPR RI yang juga Sekjen Golkar M. Sarmuji, S.E., M.Si.
Kesempatan itu dalangnya adalah Ki Anom Dwijokangko dengan lakon “Semar Mbangun Kahyangan”
“Wayang ini bukan hanya tontonan biasa tetapi banyak sekali tuntunan yang bisa kita ambil dalam cerita wayang, saya sendiri termasuk belajar banyak dari wayang, saya belajar tentang politik juga ada di wayang,” kata Sarmuji dalam sambutannya.
Ia bercerita bahwa wayang mengajarkan kita bagaimana kesetiaan termasuk kesetiaan Karno terhadap Kurowo meskipun orang menilai Karno salah karena membela Kurawa, tetapi waktu Karno terbunuh di Kuroseto, Dewa menangisi kematian karena kesetiaannya terhadap orang yang memberikan jasa yang sangat besar bagi dirinya, setia terhadap orang yang telah memberikan jasa dan setia kepada negaranya.
Mungkin disisi lain dalam perang Baratayudha Arjuna kelihatan kejam karena membunuh saudaranya, tetapi Krisna mengatakan “Wahai Arjuna engkau sebenarnya tidak berperang kepada saudaramu sendiri, engkau hanya menegakkan Dharma seorang Satria yang harus setia kepada kebenaran”
“Kita banyak sekali bisa belajar dari wayang termasuk kalau kita belajar yang lebih dalam lagi termasuk karya lakon Dewa Ruci bagi orang yang mendalami tashawuf. Dan malam ini kita akan disuguhkan tontonan dan tuntunan akan banyak sekali pelajaran yang bisa kita ambil pada pagelaran wayang kulit malam hari ini. Terimakasih pak Dwijokongko, Kepala Desa, seluruh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur yang sudah memfasilitasi pagelaran ini,” ujar M. Sarmuji.
Memajukan Kebudayaan
Sementara itu Ibu Leslie Citra Pertiwi, pejabat Bidang Kebudayaan mewakili Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata (Kadisbudpar) Provinsi Jawa Timur menyatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk memajukan dan mengembangkan kebudayaan Jawa Timur khususnya wayang.
Dikatakan, kebudayaan merupakan bagian penting dalam penguatan jati diri dan penguatan karakter bangsa atas dasar nilai – nilai luhur yang terkandung di dalamnya. wayang sendiri telah mendapat pengakuan dan penghargaan sebagai masterpiece of oral and intangible heritage of humanity oleh UNESCO pada tahun 2003.
“Sehingga pergelaran wayang hari ini adalah wujud komitmen kita untuk menjaga dan melestarikan wayang, sekaligus mengenalkannya pada masyarakat terkhusus generasi muda agar muncul rasa bangga dan rasa memiliki terhadap budayanya,” ujarnya.
Jawa Timur merupakan provinsi yang kaya akan potensi dan keragaman budaya, maka kita harus berbangga hati bahwa Jawa Timur saat ini memiliki 158 warisan budaya tak benda.
Potensi ini tentunya patut kita banggkan dan jaga bersama, serta kita kembangkan dan manfaatkan secara maksimal guna mendukung kesejahteraan masyarakat.
Berbagai upaya juga terus dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur guna mendukung pelindungan dan pengembangan seni, baik melalui festival dan pergelaran seni, maupun pengusulan pelaku budaya dan maestro yang terlibat dalam penganugerahan budaya tingkat provinsi maupun nasional.
“Kami sangat mengapresiasi pelaksanaan pergelaran wayang kulit ini. Wayang kulit bukan sekedar tontonan, namun juga tuntunan yang menyampaikan nilai-nilai dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Seperti pergelaran wayang pada hari ini yang mengusung cerita Semar Mbangun Kahyangan, memiliki makna filosofis kritik sosial dan politik, yang kiranya sesuai dengan kondisi bangsa saat ini. bahwa penguasa harus ingat akan tugasnya, juga amanah rakyat yang diemban selama masa kepemimpinan.
Kritik bukan berarti amarah, tapi upaya masyarakat dalam bersuara, guna menyelaraskan pemikiran dengan penguasa untuk pemerintahan yang lebih baik.
Secara sederhana, sinergi antara pemerintah dengan masyarakat harus dijaga keharmonisan dan kerukunannya untuk penyelenggaraan pemerintahan yang selaras dan berdampak secara adil dan merata. Jika komunikasi dan sinergi antara pemerintah dan masyarakat terjaga, maka kemajuan bangsa akan tercapai, dengan harapan indonesia bisa menjadi bangsa yang kokoh dan disegani di mata dunia.
Semoga melalui kegiatan pergelaran wayang kulit pada hari ini dapat lebih menguatkan komitmen kita dalam mengawal pelindungan dan pengembangan budaya bangsa. selamat menikmati euforia kegiatan ini.
“Semoga Tuhan senantiasa membimbing kita untuk menggapai hari esok yang lebih baik dan Jawa Timur yang lebih makmur. berkarakter dan berakhlak mulia,” ujarnya. (priez/rls)