JATIMPOS.CO/TUBAN- Pada Sabtu (6/12/2025) di Lapangan Njetis, Desa Ngadirejo Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban tampak meriah. Ratusan warga menyaksikan “Festival Bengawan” dengan berbagai kegiatan seperti atraksi seni budaya, hiburan dan bazar UMKM.

Berbagai kegiatan di Festival Bengawan ini diantaranya ritual tatap landas, unen-unen rengel, dan pengenalan batik gedhog melalui kegiatan melukis di gerabah.

Tidak hanya itu, juga ada penampilan tari kolosal oleh Sanggar Cakrawati serta penampilan Musik Nusantara Rythem. Kegiatan Festival Bengawan yang ini melibatkan lintas generasi.

Selain rangkaian kegiatan kreatif berbasis budaya, dalam kegiatan ini juga terdapat bazar UMKM yang melibatkan para pelaku UMKM di Kabupaten Tuban.

Kegiatan ini diselenggarakan Pemprov Jatim melaui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jatim sinergi dengan DPRD Provinsi Jatim. “Kami sangat mengapresiasi pelaksanaan Festival Bengawan ini. Warisan budaya dan kearifan lokal yang diangkat dalam sebuah kegiatan Festival Bengawan,” ujar Kadisbudpar Jatim, Evy Afianasari, S.T, M.MA dalam amanat tertulisnya.

Hadir pada kesempatan itu anggota DPRD Jatim, pejabat Disbudpar Jatim, pejabat Pemkab dan anggota DPRD Kabupaten Tuban, Forkopimcam Rengel, Kades dan tokoh masyarakat setempat.

“Alhamdulillah kita bersyukur kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas Rahmat dan Ridho-Nya kita dapat hadir dan berkumpul pada kesempatan ini dalam keadaan sehat, damai dan penuh rasa kebersamaan,” ujar Kadisbudpar Jatim.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata bersama DPRD Provinsi Jatim untuk memajukan dan mengembangkan kebudayaan Jawa Timur.

Disebutkan, Jawa Timur merupakan provinsi yang kaya akan potensi dan keragaman budaya, maka kita harus berbangga hati bahwa Jawa Timur saat ini memiliki 158 warisan budaya tak benda.

Dari angka tersebut, beberapa diantaranya berasal dari Kabupaten Tuban, seperti Sandur (2018), Gemblak Tuban (2019), Wayang Krucil Tuban (2022), Ampo Tuban (2024), Dan Batik Tenun Gedhog Tuban (2025).

Berbagai upaya terus dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur guna mendukung pelindungan dan pengembangan seni, baik melalui festival dan pergelaran seni, maupun pengusulan pelaku budaya dan maestro yang terlibat dalam penganugerahan budaya tingkat provinsi maupun nasional.

Anggota DPRD Jatim, Ro’aitu Nafif Laha, S.Pd mengapresiasi kegiatan ini sebegai upaya pelestarian budaya daerah. “Terimakasih Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jatim bersama DPRD Provinsi Jatim dan seluruh pihak yang terlibat,” ujarnya.

Kegiatan seperti ini perlu terus dilakukan, “Terutama bagi generasi muda, akan menjadi benteng penguatan karakter perabadan dari teknologi modern yang terus berlangsung,” ujarnya.

Apalagi lanjutnya, kegiatan ini berdampak pada perekonomian masyarakat. “Berjualan di sekitar ini cukup banyak, saling menguntungkan antara penjual dan pembeli. Ini efek ekonomi terjadi,” ujarnya. (rls/hms/min)