JATIMPOS.CO//KOTA PASURUAN — Sebanyak 50 kontingen dengan sekitar 600 pesilat ambil bagian dalam Piala Madinah Van Java II Tahun 2026 yang digelar di GOR Untung Suropati, Kota Pasuruan, 18–20 September 2026. Kejuaraan ini menjadi wadah kompetisi sekaligus pembinaan atlet pencak silat.
Pembukaan kejuaraan dihadiri Wali Kota Pasuruan dr. H. Adi Wibowo, Ketua DPRD Kota Pasuruan H. Toyib, dan Ketua Umum IPSI Kota Pasuruan H. Farid Misbah. Para peserta berasal dari berbagai kontingen yang bertanding dalam sejumlah kategori.
Piala Madinah Van Java II menjadi kesempatan bagi pesilat untuk menguji kemampuan teknik, kesiapan mental, serta sportivitas setelah menjalani proses latihan di masing-masing perguruan.
Jumlah peserta yang mencapai sekitar 600 atlet berasal dari 50 kontingen. Namun, jumlah tersebut berkurang karena pada waktu yang sama berlangsung agenda pencak silat di Surabaya dan Malang sehingga sejumlah kontingen tidak dapat mengikuti turnamen di Kota Pasuruan.
Meski demikian, pelaksanaan kompetisi tetap berlangsung sesuai agenda. Setiap peserta memperoleh kesempatan menambah pengalaman bertanding sekaligus mengukur perkembangan kemampuan menghadapi lawan dari kontingen berbeda.
Wali Kota Pasuruan dr. H. Adi Wibowo mengatakan pencak silat memiliki nilai penting dalam pembentukan karakter generasi muda. Menurutnya, olahraga tidak hanya berkaitan dengan pencapaian prestasi, tetapi juga menanamkan kedisiplinan dan sportivitas.
“Semangat Madinah Van Java harus tercermin melalui kegiatan positif generasi muda. Pencak silat mengajarkan keberanian, kedisiplinan, sportivitas, dan semangat untuk terus berprestasi,” ujar Adi.
Ia menambahkan, pemerintah daerah akan terus mendukung kegiatan yang menjadi bagian dari pembinaan atlet. Kompetisi berjenjang dinilai diperlukan untuk membuka ruang bagi munculnya bibit-bibit baru yang dapat dipersiapkan menuju tingkat lebih tinggi.
“Kejuaraan seperti ini penting sebagai bagian dari proses pembinaan. Potensi atlet bisa terlihat dari pengalaman bertanding, kemudian dikembangkan agar mampu membawa nama Kota Pasuruan pada kompetisi yang lebih tinggi,” katanya.
Ketua Umum IPSI Kota Pasuruan H. Farid Misbah mengatakan, penyelenggaraan Piala Madinah Van Java II merupakan bagian dari upaya menjaga kesinambungan pembinaan pencak silat. Menurutnya, atlet membutuhkan kompetisi untuk mengetahui hasil latihan sekaligus menambah jam terbang.
“Pesilat tidak cukup hanya menjalani latihan. Mereka membutuhkan pertandingan untuk mengukur kemampuan teknik dan mental ketika menghadapi lawan,” ujar Farid.
Farid berharap turnamen tersebut dapat mendukung proses regenerasi pesilat di Kota Pasuruan. Atlet yang memiliki potensi dapat dipantau melalui kompetisi sebelum diarahkan mengikuti pembinaan secara berkelanjutan.
“Target kami adalah melahirkan pesilat muda yang mampu melanjutkan regenerasi dan berprestasi. Piala Madinah Van Java II menjadi salah satu ruang untuk mewujudkan proses tersebut,” pungkasnya. (shl)