JATIMPOS.CO//BONDOWOSO. Lagu tidak hanya menjadi hiburan bagi anak-anak. Di tangan para guru TK, lagu dikembangkan menjadi media pembelajaran yang membantu menyampaikan pengetahuan, nilai moral, hingga pembentukan karakter dengan cara yang lebih menyenangkan.

Gagasan tersebut menjadi salah satu fokus dalam Workshop Mencipta Lagu untuk Anak Usia Dini yang diikuti lebih dari 500 pendidik TK dari berbagai daerah di Jawa Timur di Kabupaten Bondowoso, Sabtu (19/9/2026).

Melalui kegiatan tersebut, para guru tidak hanya belajar bernyanyi, tetapi juga mengasah kreativitas untuk menciptakan lagu yang sesuai dengan dunia anak. Materi pembelajaran diharapkan dapat dikemas dalam lirik dan melodi yang sederhana sehingga lebih mudah diterima anak usia dini.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso Taufan Restuanto mengatakan, kreativitas guru dalam menciptakan lagu menjadi bagian penting dalam menghadirkan pembelajaran yang sesuai dengan karakter anak usia dini.

Menurut dia, anak membutuhkan proses belajar yang menyenangkan, penuh kasih sayang, sekaligus memberi ruang bagi imajinasi dan kreativitas mereka.

“Melalui lagu, pesan-pesan moral, nilai budaya, dan berbagai materi pembelajaran dapat disampaikan dengan cara yang lebih mudah diterima dan menyenangkan bagi anak-anak,” ujarnya.

Ia menilai, pendekatan tersebut sejalan dengan prinsip pendidikan anak usia dini yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga mendukung perkembangan motorik, kognitif, bahasa, sosial, dan karakter anak.

Workshop yang mempertemukan guru TK dari berbagai daerah di Jawa Timur itu sekaligus menjadi ruang berbagi pengalaman dan kreativitas antarpedidik. Karya lagu yang lahir dari kegiatan tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam pembelajaran di masing-masing sekolah.

Taufan mengatakan, terpilihnya Bondowoso sebagai lokasi kegiatan juga memberikan manfaat bagi daerah. Kehadiran lebih dari 500 peserta turut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat selama kegiatan berlangsung.

“Selain menambah pengetahuan guru TK, khususnya di Bondowoso, kegiatan ini juga membantu pelaku UMKM. Lebih dari 500 peserta yang hadir dari seluruh Jawa Timur tentu berbelanja kebutuhan konsumsi maupun produk lainnya selama di Bondowoso,” katanya.

Menurut dia, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi Bondowoso untuk memperkenalkan berbagai produk lokal kepada peserta dari luar daerah.

Selain berdampak terhadap peningkatan kapasitas pendidik, kegiatan itu diharapkan menghasilkan karya lagu anak yang tidak hanya menarik, tetapi juga memiliki muatan edukasi dan nilai-nilai positif.

Dengan demikian, lagu dapat menjadi bagian dari proses belajar sehari-hari di kelas, sekaligus membantu guru menciptakan suasana pembelajaran yang lebih dekat dengan karakter dan kebutuhan anak usia dini.

Taufan berharap kreativitas yang diperoleh para peserta tidak berhenti selama workshop, tetapi terus dikembangkan dan diterapkan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah masing-masing.

“Selamat berkarya dan berinovasi. Semoga setiap ilmu dan pengalaman yang diperoleh dalam kegiatan ini membawa manfaat besar bagi perkembangan anak-anak Indonesia di masa depan,” pungkasnya.(Eko)