JATIMPOS.CO, KABUPATEN JEMBER — Rangkaian musim giling tebu tahun 2026 telah diselesaikan oleh Pabrik Gula (PG) Semboro di Kecamatan Semboro Kabupaten Jember. Tahun ini dibawah kepemimpinan General Manager Ari Suprih Adi Susetyo, PG Semboro mencatatkan kinerja positif yang gemilang di tengah berbagai tantangan cuaca dan iklim.

Saat diwawancarai sejumlah awak media, Ari Suprih Adi Susetyo menyampaikan bahwa musim giling tahun 2026 berlangsung selama 144 hari. Kendati dihadapkan pada tantangan kemarau panjang yang menyebabkan produktivitas tebu per hektare petani mengalami penurunan hingga 95 persen dibandingkan tahun lalu, produksi gula yang dihasilkan justru menunjukkan lonjakan yang signifikan.

"Alhamdulillah, produksi gula yang kita hasilkan dibanding tahun lalu naik di 124 persen. Memang tahun ini kemarau panjang membuat produktivitas tebu per hektare milik petani turun, tetapi ada kenaikan rendemen sehingga berakibat produksi gula naik. Dibandingkan 6 tahun terakhir ini, tahun inilah yang tertinggi, yakni di angka 59ribu-an ton," ujar Ari Suprih.

Hadirnya PG Semboro memberikan kontribusi yang luar biasa bagi masyarakat sekitar dan para pemangku kepentingan. Ari merinci bahwa kegiatan pabrik selama giling melibatkan sekitar 1.200 orang karyawan, 1.000 orang sopir setiap harinya, serta hampir 800 petani tebu.

Perputaran roda perekonomian dari aktivitas PG Semboro terbilang sangat besar, yakni mencapai hampir Rp30 Milyar per minggu. Pendapatan petani pun tercatat jauh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya dengan peningkatan kisaran angka hasil petani di angka sekitar 110 persen. Peningkatan yang cukup signifikan ini turut membangkitkan gairah petani lokal untuk kembali membuka lahan dan menanam tebu pada tahun ini.

Menyongsong musim tanam dan musim giling tahun depan, pihak manajemen telah menyiapkan langkah-langkah strategis, terutama menjelang musim penghujan. Pemerintah tahun ini menghadirkan program baru, yakni bantuan bibit Bongkar Ratoon (BR) di Kabupaten Jember dengan luas lahan mencapai 2.500 hektare lebih.

"Harapannya menjelang musim penghujan ini akan segera kami tanam, sehingga produktivitas tebu tahun depan di Jember dengan pergantian jenis dan peremajaan tanaman akan semakin meningkat. Dari sisi pabrik, begitu selesai giling, manajer teknik langsung membuka alat-alat untuk melakukan perbaikan dan penggantian demi persiapan giling 2027. Semua sudah kami petakan secara matang, baik di sisi pabrik maupun di tingkat petani," lengkapnya.

(Ari)