JATIMPOS.CO/BONDOWOSO. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kademangan 2 terus melakukan evaluasi rutin terhadap kinerja relawan dapur guna menjaga kualitas pelayanan dan kebersihan lingkungan kerja. 

Evaluasi tersebut dilaksanakan setiap akhir periode mingguan melalui rapat bersama seluruh relawan dapur dan petugas terkait, Sabtu (23/05/2026). 

Asisten Lapangan (Aslap) SPPG Kademangan 2, Sekar Ayu Bulan Firdaus, mengatakan rapat evaluasi menjadi agenda penting untuk memastikan seluruh kegiatan di dapur berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Menurutnya, pembahasan dalam rapat tidak hanya berkaitan dengan hasil masakan, tetapi juga menyangkut kebersihan ruangan, kedisiplinan relawan, hingga penggunaan alat pelindung diri (APD) selama bekerja di dapur.

" Setiap akhir periode minggu kami selalu mengadakan rapat evaluasi bersama seluruh relawan dapur dan juga melakukan general cleaning untuk seluruh ruangan dapur," ujarnya.

Bulan, sapaan akrabnya menjelaskan, aspek kebersihan menjadi perhatian utama dalam evaluasi tersebut. Pihaknya terus menekankan pentingnya menjaga sanitasi dapur agar proses pengolahan makanan tetap higienis dan aman dikonsumsi.

" Selain kebersihan, penggunaan APD oleh relawan juga menjadi bahan evaluasi rutin. Hal ini kita dilakukan agar seluruh proses pengolahan makanan berjalan sesuai standar kesehatan dan keselamatan kerja, " Tuturnya. 

Di sisi lain, evaluasi juga menyentuh kualitas masakan dan kandungan gizi makanan yang diproduksi. Pembahasan tersebut meliputi tingkat kematangan bahan makanan hingga rasa masakan yang disajikan kepada penerima manfaat.

" Kami juga membahas soal masakan dan gizi. Untuk masakan lebih kepada tingkat kematangan bahan makanan dan rasanya, tentu tanpa mengurangi nilai gizinya, " katanya.

Dalam rapat evaluasi terakhir, terdapat beberapa catatan yang dianggap perlu mendapat perhatian khusus. Salah satunya menyangkut kedisiplinan sebagian relawan yang masih datang terlambat saat jadwal kerja dimulai.

Menurutnya, disiplin kerja menjadi faktor penting dalam menjaga ritme dan kualitas pelayanan dapur. Karena itu, pihaknya terus mengingatkan relawan agar lebih tepat waktu dan bertanggung jawab terhadap tugas masing-masing.

Sementara untuk aspek kebersihan, Ia mengakui masih ditemukan beberapa relawan yang membuang sampah sarung tangan tidak pada tempatnya. Meski demikian, kejadian tersebut disebut tidak sering terjadi dan langsung menjadi bahan evaluasi bersama.

Ia menambahkan, secara umum kualitas masakan selama ini dinilai sudah baik dan aman, termasuk nilai gizinya. Namun, peningkatan kualitas tetap perlu dilakukan agar pelayanan dapur semakin maksimal ke depan.

" Kalau untuk masakan selama ini sudah baik dan aman-aman saja, mungkin memang perlu terus ditingkatkan lagi," pungkasnya.(Eko)