JATIMPOS.CO/BONDOWOSO. Kerja sama antara SPPG Kademangan 2 dengan Bank Sampah Paguan Berseri mulai menunjukkan hasil positif dalam pengelolaan limbah. Kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam mendukung kebersihan lingkungan sekaligus pemanfaatan sampah secara berkelanjutan.

Pemilik Bank Sampah Paguan Berseri, Yuliana, menjelaskan bahwa kerja sama ini telah berjalan kurang lebih selama dua bulan. Dalam kurun waktu tersebut, pihaknya rutin melakukan pengangkutan sampah dari SPPG Kademangan 2.

" Kurang lebih hampir dua bulan kerja sama ini berjalan," ujar Yuliana, Senin (27/04/2026). 

Dalam kerja sama tersebut, jenis sampah yang dikelola meliputi sampah organik, anorganik, dan residu. Pemilahan sampah menjadi kunci utama agar proses pengolahan dapat berjalan maksimal.

Yuliana menyebutkan, dalam satu hari pihaknya mampu mengangkut sampah dengan jumlah yang cukup signifikan. Hal ini menunjukkan tingginya volume limbah yang dihasilkan dari aktivitas dapur SPPG.

" Kalau untuk jumlahnya, kemungkinan sekitar 80 kilogram per hari, itu sudah termasuk sampah organik, anorganik, dan residu," jelasnya.

Setelah diangkut, sampah tersebut tidak langsung dibuang begitu saja, melainkan dipilah kembali sesuai jenisnya untuk dimanfaatkan lebih lanjut. Namun, ia mengakui bahwa di Bondowoso masih belum tersedia fasilitas pengolahan sampah yang memadai.

" Karena di Bondowoso ini belum ada pemrosesan lengkap, jadi sebagian kami salurkan ke peternak, seperti maggot, ayam, itik, dan lele," ungkap Yuliana.

Sementara itu, khusus sampah organik, pihaknya menyimpan di gudang untuk kemudian diolah menjadi kompos. Proses ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah dari limbah yang dihasilkan.

" Untuk sampah organik kami taruh di gudang, nanti diproses menjadi kompos. Sedangkan sisanya tetap dibuang ke TPA," tambahnya.

Mekanisme kerja sama antara SPPG dan Bank Sampah juga telah diatur dengan jelas. Sampah harus dipisahkan sejak awal agar mempermudah proses pengangkutan dan pengolahan.

" Sampah organik, anorganik, dan residu harus sudah terpisah. Tinggal nanti kami angkut dan kami pilah kembali sesuai kebutuhan, apakah untuk peternak atau kompos," jelasnya.

Sementara itu, Asisten Lapangan (Aslap) SPPG Kademangan 2, Sekar Ayu Bulan Firdaus menyampaikan bahwa kerja sama ini sangat membantu dalam menjaga kebersihan lingkungan dapur serta mengurangi beban sampah harian.

Menurutnya, dengan adanya Bank Sampah sebagai mitra, pengelolaan limbah menjadi lebih tertata dan tidak menumpuk di area dapur produksi.

" Kerja sama ini sangat membantu kami, terutama dalam pengelolaan sampah. Jadi sampah tidak menumpuk dan langsung tertangani dengan baik," ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pihak SPPG berkomitmen untuk terus meningkatkan kedisiplinan dalam pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Hal ini penting agar proses pengolahan di hilir bisa berjalan optimal.

Kolaborasi antara SPPG Kademangan 2 dan Bank Sampah Paguan Berseri ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi instansi lain dalam pengelolaan sampah berbasis kemitraan. 

Selain menjaga lingkungan, langkah ini juga membuka peluang pemanfaatan sampah menjadi sesuatu yang lebih bernilai.(Eko)