JATIMPOS.CO/TUBAN - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 yang dilaksanakan oleh Kodim 0811 Tuban resmi ditutup dengan berbagai capaian pembangunan fisik maupun nonfisik yang dinilai berhasil memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Penutup tersebut digelar di lapangan watu gajah, Desa Bejagung, Kecamatan Semanding, Kamis (21/5/2026).

Dalam pelaksanaan TMMD kali ini, sejumlah sasaran fisik berhasil diselesaikan, di antaranya pengaspalan jalan sepanjang 1,5 kilometer, pembangunan TPT sepanjang kurang lebih 75 meter, serta pemasangan sekitar 30 titik lampu penerangan jalan.

Selain itu, program sosial juga menjadi perhatian utama melalui renovasi 15 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bekerja sama dengan Baznas, renovasi dua unit mushola, hingga berbagai kegiatan nonfisik seperti penyuluhan pertanian dan sosialisasi keamanan bersama pihak kepolisian.

Komandan Kodim (Dandim) 0811 Tuban, Letkol Inf Galih Sakti Pramudyo menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan TMMD ke-128 yang berjalan sesuai target dan rencana.

“Alhamdulillah kegiatan TMMD ke-128 bisa berjalan dengan baik, lancar, sesuai rencana dan target. Kami berharap hasil capaian ini benar-benar bisa dirasakan dan bermanfaat untuk masyarakat,” ujar Dandim saat penutupan kegiatan.

Menurutnya, keberhasilan program tersebut tidak lepas dari sinergi antara TNI, pemerintah daerah, masyarakat, hingga BUMN yang ada di wilayah Tuban. Ia berharap kolaborasi seperti ini terus terjalin dalam program-program berikutnya.

"Saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi. Dan berharap kolaborasi seperti ini terus terjalin dalam program-program berikutnya," tambahnya.

Dandim menjelaskan, kendala selama pelaksanaan TMMD seperti faktor cuaca maupun distribusi material menuju lokasi sasaran dapat diatasi berkat kerja sama seluruh pihak dan dukungan masyarakat.

“Semua kendala bisa teratasi dengan baik karena adanya gotong royong dan dukungan masyarakat, sehingga hasilnya maksimal,” katanya.

Tak hanya pembangunan infrastruktur, kegiatan sosial kemasyarakatan juga digelar dalam penutupan TMMD, di antaranya sunatan massal dan nikah massal. Sebanyak 16 pasangan mengikuti nikah massal, sedangkan 12 peserta mengikuti sunatan massal.

Menariknya, peserta nikah massal tertua berusia 62 tahun. Kegiatan tersebut terlaksana melalui kerja sama lintas instansi dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat.

“Kami berharap para pengantin menjadi keluarga sakinah mawaddah warahmah, penuh keberkahan dan mampu menjalani rumah tangga dengan baik,” tutur Dandim.

Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Umi Kulsum mengapresiasi pelaksanaan kegiatan sosial yang dinilai sejalan dengan program Kementerian Agama dalam menekan angka perceraian, pernikahan usia dini, hingga stunting.

“Kami sangat bersyukur dan mengapresiasi luar biasa kegiatan yang dilaksanakan TNI ini. Kegiatan nikah massal ini sangat membantu menekan angka-angka negatif seperti perceraian dan pernikahan usia dini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, seluruh peserta nikah massal ditangani langsung oleh KUA Kecamatan Semanding dengan melibatkan empat penghulu. Umi Kulsum menambahkan, pihak Kementerian Agama siap mendukung apabila kegiatan serupa kembali dilaksanakan di kecamatan lain di wilayah Tuban.

“Dari Kementerian Agama tentu selalu siap mendukung kegiatan lintas sektor seperti ini di kecamatan mana pun,” pungkasnya.

Sebelum pelaksanaan akad nikah, para calon pengantin juga mendapatkan bimbingan perkawinan sebagai bekal membangun rumah tangga harmonis melalui penerapan lima pilar keluarga sakinah. (min)