JATIMPOS.CO//SUMENEP - Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sumenep, Molyadi memberi perhatian khusus bagi penyintas lumpuh Sulistiara (25), warga Kampung Jeruk Porot, Desa Batang-Batang Daya, Kecamatan Batang-Batang, Sumenep.
Bersama Dinas Kesehatan, ia menyambangi langsung rumah Sulistiara ke kediamannya yang saat itu terbaring lemas ditempat tidur. Sulistiara terbaring ditempat tidurnya sejaka tiga tahun enam bulan lebih.
Pada 2023 lalu Sulistiara pernah menjalani pengecekan penyakitnya ke RSAL dan hasil analida dokter saat itu ia alami saraf kejepit. Ia sempat menjalani operasi.
Sulistiara menjalani kehidupan sehari hari dibantu oleh anaknya yang masih berusia lima tahun. Sementara suami dan ibunya merantau ke luar kota menjaga toko kelontong.
Biasanya, ada dua orang tetangga yang dibayar Rp100 ribu untuk membantu merawat Sulistiara mulai dari membersihkan tempat tidur hingga memandikannya.
Dalam kesempatan itu, Kapus Batang-Batang, Sulaiha Riningsih, mengatakan bahwa pihaknya telah mengabul sampel darah untuk dibawah ke pengujian laboratorium. Termasuk jika perlu mendapat penanganan lebih lanjut pihaknya mengaku sanggup membantu.
"Kami siap membantu pasien, termasuk jika dibutuhkan ke rumah sakit rujukan seperti di RSD dr. Soetomo Surabaya. Tentu setelah hasil uji lab keluar." terangnya.
Ketua Komisi IV DPRD Sumenep, Molyadi menegaskan pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan dan Puskesmas harus memberikan pendampingan serius pada pasien.
Menurutnya, persoalan biaya bukanlah alasan utama untuk tidak menolong Sulistiara. Sebab hal ini menyangkut keselamatan pasien untuk kembali sembuh seperti sedia kala.
"Persoalan biaya tidak boleh menjadi alasan pasien tidak mendapatkan penanganan medis yang layak. Kalau tidak bisa diklaim melalui BPJS, saya siap membantu, termasuk kalau harus dirawat di Surabaya." tegasya.
Molyadi berharap Dinas kesehatan tetap mendapingi pasien secara inten hingga benar-benar mendapatkan penanganan medis yang baik. (Dam)