JATIMPOS.CO/SURABAYA — Wakil Ketua Bidang Keanggotaan dan Organisasi PDI Perjuangan Jawa Timur, Budi Sulistyono Kanang, menegaskan partainya tidak khawatir pernyataan Presiden ke-7 Joko Widodo yang menyatakan siap bekerja “mati-matian” untuk Partai Solidaritas Indonesia (PSI) akan mempengaruhi soliditas kader PDIP khususnya di Jawa Timur.
Kanang menyatakan, PDIP memiliki kader yang telah melalui proses pembinaan dan seleksi berjenjang sehingga tidak mudah terpengaruh dinamika politik eksternal.
“Saya yakin kader-kader kita ini kader pilihan,” tegas Kanang, saat diwawancarai, Selasa (03/02/2026).
Ia menambahkan, hingga saat ini struktur partai di Jawa Timur justru terus menguat, mulai dari tingkat cabang hingga akar rumput.
“Untuk itu saya masih optimis. Kader kita masih solid,” imbuhnya.
Menanggapi kemungkinan adanya kader PDIP yang berpindah ke PSI akibat pengaruh Jokowi, Kanang menepis kekhawatiran tersebut. Menurutnya, konsolidasi partai justru terus berjalan.
“Enggak akan terpengaruh. Buktinya sekarang kita sedang membentuk sampai tingkat PAC, kecamatan, dan ranting. Malah solid,” katanya.
Kanang menegaskan, tidak ada tanda-tanda keraguan di internal partai terkait kesiapan kader menghadapi dinamika politik ke depan.
“Enggak ada yang ngaku enggak siap. Enggak ada,” ujarnya.
Ia juga menilai pernyataan Jokowi tidak berdampak pada basis pemilih PDIP. Menurut Kanang, pemilih telah memiliki kedewasaan politik dalam menentukan pilihan.
“Kalau ke pemilih juga enggak ada pengaruhnya. Jauh. Mereka sudah bisa membaca politik,” ucapnya.
Saat ditanya apakah PDIP khawatir banyak kadernya beralih ke PSI, Kanang menegaskan tidak ada rasa takut di internal partai.
“Sing takut sopo? Wong aku enggak khawatir kok,” pungkasnya. (zen)