JATIMPOS.CO/JOMBANG - Pondok Pesantren (Ponpes) Gadingmangu Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang gelar buka puasa bersama Forkopimda Jombang sekaligus berikan santunan anak yatim dan duafa, di aula Ponpes Gadingmangu. Kegiatan ini rutin digelar setiap tahun sebagai wujud kepedulian ponpes terhadap warga sekitar, Rabu sore (11/03/2026).
Kegiatan ini dihadiri Drs. Purwanto, M.KP Asisten 1, Setdakab Jombang mewakili Bupati Jombang, H Warsubi, juga hadir pula Pimpinan Ponpes Gadingmangu KH Basiya Adhi Banadi, Ketua DPD LDII Jombang Widodo, Kepala Kementrian Haji dan Umroh (Kemenhaj) H. Ilham Rohim, S.Ag, M.Hi, Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubag TU) Kankemenag Kabupaten Jombang, Dr. Arif Hidayatullah, M.Pd.I. mewakili Kepala Kantor Kemenag Jombang, Dr. H. Muhajir, S.Pd., M.Ag, jajaran pejabat forkopimda serta keluarga besar DPD LDII dan keluarga besar Ponpes Gadingmangu.
Acara diawali dengan penyerahan santunan kepada anak yatim dan warga dhuafa yang menjadi penerima manfaat utama dalam kegiatan tersebut. Prosesi pembagian santunan berlangsung tertib dan disambut hangat oleh para penerima yang hadir bersama keluarga mereka.
Pimpinan Ponpes Gadingmangu KH Basiya Adhi Banadi yang diwakili Wakil Pimpinan Ponpes, H. Dawud bin Haji Moh Ali, menegaskan bahwa kepedulian terhadap anak yatim dan kaum dhuafa merupakan bagian penting dari nilai-nilai ajaran Islam.
“Anak-anakku semua adalah anak yang sangat dicintai Allah. Teruslah menjadi anak yang shalih dan shalihah,” ujar H. Dawud.
H Dawud juga menyampaikan apresiasi kepada para donatur dan seluruh pihak yang berkontribusi dalam terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, dukungan berbagai elemen masyarakat menunjukkan bahwa kepedulian sosial masih menjadi kekuatan penting dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada semua donatur dan pihak yang telah membantu hingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” katanya.
Sementara Asisten I Drs. Purwanto, M.KP., menyampaikan apresiasi atas inisiatif pesantren yang konsisten menyelenggarakan kegiatan sosial tersebut.
“Atas nama Bupati Jombang, kami menyampaikan terima kasih kepada Ponpes Gadingmangu dan seluruh pihak yang terlibat. Kebersamaan seperti ini penting untuk memperkokoh nilai kemanusiaan dan solidaritas di tengah masyarakat,” ujar Purwanto.
Menurutnya, kolaborasi antara lembaga pendidikan keagamaan, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi modal penting dalam memperkuat ketahanan sosial, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi dan sosial.
Kepala Kementrian Haji dan Umroh (Kemenhaj) H. Ilham Rohim, S.Ag, M.Hi, yang dalam kesempatan tersebut menyampaikan tausiyah sebelum buka bersama, menyampaikan pentingnya menumbuhkan rasa kasih sayang terhadap anak yatim serta memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.
“Perhatian kepada anak yatim bukan sekadar bentuk bantuan materi, tetapi juga bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual umat. Ia mengajak masyarakat untuk terus memperkuat tradisi berbagi dan saling membantu, terutama selama bulan suci Ramadhan,” urainya.
H Ilham Rohim juga memotivasi serta mengajak semua masyarakat untuk memahami arti puasa yakni menahan diri, termasuk pula berhemat. “Jika ingin bisa melaksanakan rukun islam yang kelima yakni Haji. Maka, sedini mungkin kita bisa berhemat/puasa menahan diri dan rajin menabung. Insya Allah, 10 – 15 tahun akan bisa menunaikan ibadah haji,” ungkapnya.
Terpusah usai acara, Humas Ponpes Gadingmangu, Rudi Hariyanto, mengatakan kegiatan santunan berjalan lancar dan menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi berbagai elemen di Kabupaten Jombang.
“Alhamdulillah santunan hari ini berjalan lancar. Tujuan kami sederhana tetapi mendalam, yakni mempererat hubungan antara tokoh masyarakat, tokoh agama, serta Forkopimda Kabupaten Jombang. Harapannya ada sinkronisasi antara pondok pesantren dan pemerintah daerah,” ujar Rudi.
Selain menjadi momen berbagi, kegiatan ini juga menjadi ruang kebersamaan antara santri, pengurus pondok, dan masyarakat yang hadir.
Dalam kegiatan tersebut, pihak pesantren menyalurkan santunan kepada ratusan penerima manfaat yang terdiri dari anak yatim dan kaum dhuafa.
Rudi menambahkan kegiatan santunan ini merupakan yang kedua kalinya digelar dan diharapkan dapat terus berlangsung setiap Ramadan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada sejumlah pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Semoga santunan ini bermanfaat bagi para penerima dan menjadi amal kebaikan bagi para sponsor yang telah mendukung kegiatan ini,” pungkasnya. (her)