JATIMPOS.CO/PASURUAN – UPT SMP Negeri 8 Pasuruan membekali murid baru kelas VII dengan pendidikan karakter, pola hidup sehat, dan mitigasi bencana pada hari keenam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sabtu (18/7/2026). Materi tersebut diberikan sebagai upaya menyiapkan peserta didik agar mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah sekaligus siap menghadapi potensi keadaan darurat.
Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan mengenakan seragam olahraga. Sebelum kegiatan dimulai, sekolah juga mengimbau setiap murid membawa botol minum atau tumbler berisi air putih dari rumah sebagai bentuk pembiasaan hidup sehat dan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai.
Kepala UPT SMP Negeri 8 Pasuruan Aris Saiful Rochman mengatakan pelaksanaan MPLS tahun ini terdiri atas dua kelompok materi, yakni materi wajib dan program tambahan yang disesuaikan dengan kebutuhan sekolah.
"Materi wajib meliputi Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pagi Ceria, serta budaya 5S, yaitu senyum, salam, sapa, sopan, dan santun. Tujuannya membangun budaya sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan," kata Aris.
Selain materi wajib, sekolah menghadirkan program tambahan melalui kerja sama dengan Yonzipur 10, Rumah Sakit Soedarsono, dan Puskesmas Sekargadung. Masing-masing instansi memberikan edukasi sesuai bidangnya untuk memperkaya wawasan peserta didik.
Aris menjelaskan terdapat materi baru dalam MPLS tahun ini, yakni Satuan Pendidikan Aman Bencana. Materi tersebut diberikan untuk meningkatkan pengetahuan siswa dalam mengenali berbagai potensi bahaya di lingkungan sekitar.
"Kami berharap siswa sudah mempunyai gambaran dalam mengidentifikasi bencana dan bahaya yang mungkin terjadi, seperti banjir maupun kebakaran, sehingga mereka lebih siap ketika menghadapi kondisi darurat di sekolah maupun di rumah," ujarnya.
Selama pelaksanaan MPLS, seluruh kegiatan mendapat pendampingan dari wali kelas, guru, dan panitia. Pendampingan dilakukan agar setiap rangkaian berlangsung tertib, aman, dan memberikan pengalaman belajar yang positif bagi murid baru.
Sekolah juga terus membiasakan perilaku hidup sehat melalui kebijakan membawa tumbler. Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi timbulan sampah plastik sekaligus membangun kesadaran siswa untuk menjaga kesehatan sejak dini.
Menurut Aris, kolaborasi dengan berbagai instansi menjadi bagian dari upaya sekolah menghadirkan MPLS yang tidak hanya berisi pengenalan lingkungan belajar, tetapi juga membekali peserta didik dengan keterampilan dasar yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
"Harapan kami, siswa baru dapat mengenal budaya sekolah dengan baik, memiliki karakter positif, peduli terhadap lingkungan, serta mempunyai kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana. Bekal ini penting untuk mendukung proses belajar yang aman dan nyaman," pungkas Aris. (shl).