JATIMPOS.CO//KOTA PASURUAN – Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kota Pasuruan dibekali keterampilan membuat konten digital melalui workshop di Gedung Gradika Bhakti Praja, Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini bertujuan mendukung pembelajaran yang kreatif, aman, dan berkualitas.

Workshop bertema “Teknologi Menjadi Sahabat Belajar untuk Mewujudkan PAUD yang Ceria, Aman, dan Berkualitas” tersebut juga membahas etika publikasi serta perlindungan privasi anak dalam penggunaan media digital.

Bunda PAUD Kota Pasuruan, Suryani Firdaus Adi Wibowo atau Bunda Ani, mengatakan teknologi perlu dimanfaatkan untuk mendukung kreativitas pendidik dan menghadirkan proses belajar yang menyenangkan.

“Guru PAUD perlu terus berinovasi agar pembelajaran lebih menarik dan sesuai dengan kebutuhan anak. Teknologi harus menjadi sarana pendukung, bukan menggantikan peran guru dalam mendampingi tumbuh kembang peserta didik,” ujar Bunda Ani.

Ia juga mengingatkan guru agar memperhatikan keamanan dan privasi anak ketika membuat maupun membagikan konten digital. Materi yang dipublikasikan, menurutnya, harus memiliki nilai edukasi dan tidak mengabaikan perlindungan peserta didik.

“Selain kreatif, guru harus bijak dalam membagikan konten, terutama yang menampilkan anak. Etika publikasi dan perlindungan anak harus menjadi perhatian utama,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan, Siti Rochana, mengatakan peningkatan kompetensi digital diperlukan agar guru mampu mengembangkan media pembelajaran inovatif dan membagikan praktik baik pendidikan.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap guru semakin terampil membuat konten digital yang informatif, kreatif, dan bermanfaat untuk mendukung proses pembelajaran di PAUD,” ujar Siti Rochana.

Workshop tersebut menghadirkan Neng Ani Wulandari dan Yuniati sebagai pemateri. Selain mengikuti permainan interaktif, peserta menyusun rencana tindak lanjut (RTL) untuk menerapkan keterampilan yang diperoleh di satuan pendidikan masing-masing.

Sementara itu, Lina Wijayanti, M.Pd., dari Yayasan Al-Khairiyah Surabaya, menekankan pentingnya tanggung jawab dalam pembuatan konten digital pendidikan.

“Konten harus memiliki nilai edukasi serta memperhatikan etika publikasi dan perlindungan anak,” ujar Lina Wijayanti. (shl)