JATIMPOS.CO//KEDIRI - SMPN 4 Pare Kediri menegaskan bahwa seluruh proses perencanaan, penggunaan, hingga pelaporan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) senilai Rp1,119 miliar telah dijalankan secara transparan, akuntabel, dan melalui pengawasan berjenjang yang ketat.

Disampaikan Kepala SMPN 4 Pare, Suyati, pengelolaan dana di SMPN 4 Pare sepenuhnya mengacu pada regulasi teknis yang ditetapkan pemerintah.

"Kami sudah sesuai prosedur, baik dalam tahap perencanaan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) maupun dalam pelaksanaan dan pertanggungjawabannya," ucapnya, Kamis (3/9/2026).

Suyati menjelaskan dalam Prosedur Perencanaan Partisipatif RKAS, proses penyusunannya tidak dilakukan secara sepihak, melainkan melibatkan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) sekolah secara terbuka. Melibatkan Kepala Sekolah, jajaran Guru, perwakilan Wali Murid, serta Komite Sekolah.

Selanjutnya, Dokumen RKAS yang telah disepakati bersama kemudian diperiksa dan diverifikasi secara mendalam oleh tim Tata Kelola Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri.

"Setelah seluruh berkas diverifikasi dan dinyatakan sesuai dengan acuan petunjuk teknis (Juknis), dokumen baru diunggah ke sistem resmi kementerian," jelasnya.

Dirinya menegaskan bahwa tidak ada pos anggaran yang disembunyikan dalam proses perencanaannya. Penyusunan RKAS di SMPN 4 Pare dilakukan secara terbuka dan partisipatif.

"Jadi seluruh alokasi anggaran belanja sudah sesuai acuan dan peruntukannya," jelasnya.

Dilanjutkan Suyati, penggunaan anggaran sekolah diuji dan diawasi secara bertahap. Setiap tiga bulan SPJ diperiksa oleh Dinas Pendidikan, tiap enam bulan ada audit dari Inspektorat, dan setiap tahun diperiksa BPK.

"Kami selalu kooperatif dan terbuka terhadap setiap pemeriksaan karena prinsip kami adalah akuntabilitas dan kelancaran pendidikan siswa," pungkasnya.

Melalui mekanisme kontrol dan verifikasi berjenjang ini, SMPN 4 Pare Kediri menegaskan komitmennya untuk selalu menjaga integritas serta keterbukaan dalam mengelola dana pendidikan demi menunjang kegiatan belajar mengajar secara optimal. (priez)