JATIMPOS.CO//PASURUAN – Peninggian Jembatan Bokwedi di Jalan Ir Juanda, Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugulkidul, Kota Pasuruan, memasuki tahap akhir, Kamis (3/9/2026). Pekerjaan yang ditangani PT Pesona Sakti Indonesia (PSI) asal Surabaya tersebut kini telah mencapai lebih dari 95 persen.
Berdasarkan pantauan di lokasi, badan jembatan telah selesai diaspal. Marka jalan juga sudah terpasang, sementara sejumlah bagian pendukung di sekitar jembatan tampak telah tertata.
Pekerjaan drainase di kedua sisi jembatan juga telah diselesaikan. Saluran tersebut menjadi bagian penting dalam pembenahan kawasan yang selama ini rawan terdampak genangan saat hujan.
Kontraktor saat ini tinggal melakukan sejumlah pekerjaan penyempurnaan sebelum proyek dinyatakan selesai. Aktivitas di lapangan lebih difokuskan pada pembersihan material dan perapian area sekitar jembatan.
Pelaksana dari PT PSI, Ismail, mengatakan pekerjaan utama peninggian jembatan sudah rampung. Progres fisik keseluruhan, kata dia, telah melampaui 95 persen.
“Kalau peninggian jembatannya sudah rampung. Tinggal menyisakan finishing, fokus pada perapian dan pembersihan di lokasi,” kata Ismail.
Menurut Ismail, proses penyelesaian akhir ditargetkan rampung pada akhir pekan apabila tidak terdapat kendala teknis maupun kondisi lain di lapangan.
Selain meninggikan badan jembatan, kontraktor juga melakukan pembenahan jalan serta saluran air yang berada di sekitar lokasi. Perbaikan tersebut diarahkan untuk mendukung kelancaran aliran air menuju kawasan permukiman.
Pembenahan drainase dinilai penting karena Jembatan Bokwedi berada di kawasan yang sebelumnya kerap mengalami banjir. Kondisi tersebut juga berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat dan pengguna Jalan Ir Juanda.
Jembatan lama diketahui memiliki elevasi yang relatif rendah sehingga menjadi salah satu titik yang terdampak ketika debit air meningkat. Pemerintah selanjutnya merencanakan pembangunan jembatan baru sebagai solusi jangka panjang.
Catatan kejadian menunjukkan kawasan tersebut mengalami banjir sebanyak 15 kali selama Januari hingga Maret tahun ini. Kondisi itu menjadi salah satu alasan perlunya peningkatan infrastruktur di sekitar Jembatan Bokwedi.
Ismail berharap pekerjaan yang dilakukan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam mengurangi dampak genangan. “Kami juga membenahi jalan dan saluran di lokasi yang mengarah ke permukiman penduduk. Insya Allah bisa menjadi solusi banjir,” ujar Ismail. (shl)