JATIMPOS.CO//SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengembangkan strategi untuk memperluas akses pembelajaran bahasa Inggris secara gratis bagi anak-anak. Langkah tersebut diwujudkan melalui peluncuran Rumah Inggris Ceria dan Hebat (RICH) di Kecamatan Pakal yang diresmikan Bunda PAUD Kota Surabaya, Rini Indriyani, Sabtu (18/7/2026).
Program ini tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial. Di balik peresmiannya, RICH merupakan bagian dari upaya menjawab dua persoalan yang selama ini menjadi perhatian, yakni masih terbatasnya pembelajaran bahasa Inggris di sejumlah sekolah dasar serta tingginya biaya kursus yang belum terjangkau seluruh kalangan.
Peresmian berlangsung meriah dengan penampilan operet anak-anak inklusi serta drama berbahasa Inggris yang dimainkan mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) bersama peserta RICH. Penampilan tersebut menunjukkan pendekatan pembelajaran yang mengedepankan praktik, keberanian berbicara, dan suasana belajar yang menyenangkan.
Program RICH lahir melalui kolaborasi Kecamatan Pakal dengan Unesa. Mahasiswa Program Studi Sastra Inggris diterjunkan sebagai tenaga pengajar sehingga anak-anak dapat mengikuti pembelajaran interaktif tanpa dipungut biaya.
Bunda PAUD Kota Surabaya, Rini Indriyani, mengungkapkan tingginya antusiasme masyarakat menjadi indikator bahwa kebutuhan akan penguasaan bahasa Inggris semakin meningkat. Bahkan saat tahap uji coba, sekitar 600 anak telah mendaftarkan diri mengikuti program tersebut. "Program ini luar biasa. Saat masih tahap uji coba saja sudah ada sekitar 600 anak yang berminat mengikuti pembelajaran bahasa Inggris," ujarnya.
Menurut Rini, kondisi tersebut memperlihatkan adanya kebutuhan yang selama ini belum sepenuhnya terfasilitasi. Ia menilai kursus bahasa Inggris masih identik dengan biaya yang relatif mahal sehingga tidak semua keluarga memiliki kesempatan yang sama untuk mengikutinya. Karena itu, kehadiran RICH diharapkan menjadi solusi agar seluruh anak memperoleh kesempatan belajar yang setara.
Selain memperluas akses, Rini juga menyoroti pentingnya membangun kepercayaan diri anak. Ia mengapresiasi keberanian para peserta yang mampu tampil menggunakan bahasa Inggris di hadapan publik. "Yang paling saya lihat hari ini adalah kepercayaan diri anak-anak. Mereka berani tampil dan berbicara dalam bahasa Inggris," katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan pembelajaran bahasa Inggris tidak hanya bergantung pada sekolah maupun pemerintah. Orang tua juga memiliki peran penting dalam membiasakan anak menggunakan kosakata sederhana di rumah sehingga bahasa Inggris menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari.
Pemkot Surabaya kini menyiapkan langkah lanjutan dengan memperluas kolaborasi bersama perguruan tinggi serta mengoptimalkan Balai RW sebagai pusat belajar masyarakat. Di sisi lain, Dinas Pendidikan juga tengah mempersiapkan pembelajaran bahasa Inggris untuk jenjang PAUD dengan metode yang lebih sesuai usia.
Bunda PAUD Kecamatan Pakal, Aprilia Ayu Nilawati, menjelaskan bahwa RICH mulai digagas sejak April 2026 dan menjalani uji coba selama Mei di empat kelurahan dengan kuota 150 peserta di setiap wilayah. Tingginya jumlah pendaftar membuat kuota cepat terpenuhi. "Antusiasmenya di luar perkiraan. Saat uji coba, pendaftarnya membludak sehingga kami harus membatasi peserta karena masih dalam tahap evaluasi," ungkap Ayu.
Mulai Agustus mendatang, kelas reguler dijadwalkan berjalan dengan jumlah pengajar yang lebih banyak melalui dukungan mahasiswa Unesa. Pemkot berharap model pembelajaran berbasis kolaborasi ini dapat menjadi contoh bagi wilayah lain sehingga semakin banyak anak Surabaya memperoleh akses belajar bahasa Inggris secara gratis dan berkelanjutan. "Harapan kami, RICH bukan hanya diresmikan hari ini, tetapi terus berjalan dan memberi manfaat bagi anak-anak," pungkas Ayu. (fred)