JATIMPOS.CO/KOTA PASURUAN — Pemerintah Kota Pasuruan melalui Bakesbangpol menggelar sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkotika di SMK Negeri 1 Kota Pasuruan, Rabu (20/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi upaya pencegahan dini terhadap penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar di tengah perkembangan era digital.
Wakil Wali Kota Pasuruan, M. Nawawi, hadir dalam kegiatan itu bersama jajaran pemerintah daerah dan pihak sekolah. Dalam sambutannya, Nawawi mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi yang dinilai penting untuk menjawab persoalan sosial di masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama dalam menghadapi tantangan dan isu sosial yang ada di Kota Pasuruan,” kata Nawawi.
Ia mengatakan, perkembangan teknologi dan media sosial membuat masyarakat semakin mudah memperoleh informasi. Namun, kondisi tersebut juga harus disertai kemampuan menyaring informasi agar tidak terpengaruh hal negatif, termasuk penyalahgunaan narkotika.
“Di era digitalisasi, semua informasi sangat mudah diakses. Jangan sampai apa yang ada di media sosial langsung ditiru tanpa dipahami dampaknya,” ujarnya.
Menurut Nawawi, penyalahgunaan narkotika tidak hanya menyasar kalangan pelajar, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, ia menilai pencegahan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, keluarga, hingga media.
“Pencegahan narkotika bukan hanya tugas pemerintah. Orang tua dan lingkungan sekitar juga memiliki peran penting dalam menjaga generasi muda,” ucapnya.
Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan pemahaman agama sebagai benteng dalam membentuk karakter pelajar.
“Kecerdasan intelektual saja tidak cukup. Pengetahuan agama juga harus diperkuat agar generasi muda memiliki pondasi yang baik,” tambahnya.
Di akhir kegiatan, Nawawi mengajak para siswa untuk menjaga diri, memilih lingkungan pergaulan yang sehat, dan terus meningkatkan pengetahuan demi masa depan yang lebih baik.
Sementara itu, salah satu siswa SMK Negeri 1 Kota Pasuruan, Rizky Maulana, mengaku mendapatkan banyak pemahaman baru setelah mengikuti sosialisasi tersebut. Menurut dia, edukasi semacam itu penting karena banyak remaja yang masih kurang memahami dampak penyalahgunaan narkotika.
“Materi yang disampaikan mudah dipahami dan membuat kami lebih sadar tentang bahaya narkoba. Saya jadi tahu dampaknya tidak hanya untuk diri sendiri, tapi juga keluarga,” katanya.
Hal senada disampaikan siswi lainnya, Dinda Ayu Lestari. Ia berharap kegiatan serupa terus dilakukan agar pelajar semakin waspada terhadap pengaruh negatif pergaulan dan media sosial.
“Kegiatan seperti ini bagus untuk pelajar karena bisa menjadi pengingat agar kami tidak mencoba narkotika dan lebih hati-hati dalam bergaul,” ujarnya. (shl)
