JATIMPOS.CO//SURABAYA- UPT Museum Negeri Mpu Tantular Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jatim di Sidoarjo, menggelar kegiatan “Belajar Bersama di Museum, Mengenal Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Kesenian Reog Ponorogo” Jum’at (17/6/2022).

“Tentu bagi kita bangsa Indonesia, Reog Ponorogo merupakan salah satu kesenian tradisional Jawa Timur yang sering diperagakan dalam alam terbuka yang berfungsi sebagai hiburan rakyat,” kata Kadisbudpar Jatim, Sinarto, S.Kar, MM pada pembukaan kegiatan itu.

Bahkan Reog Ponorogo sejak tahun 2013 telah diakui oleh pemerintah, kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia sebagai warisan budaya tak benda (WBTB).

“Oleh karena itu, kegiatan belajar bersama di museum serta menggelar peragaan budaya tak benda Reog Ponorogo ini menjadi sangat penting, terutama bagi generasi muda agar lebih mengenal peninggalan adiluhung bangsa kita yang sekaligus menjadi salah satu identitas kepribadian bangsa Indonesia,” ujar Kadisbudpar Jatim.

Kepala UPT Museum Negeri MPU Tantular, Dra. Nina Rossana, M.Si menjelaskan, pada paket Kegiatan Belajar Bersama di Museum, untuk tahun 2022 dikemas sebanyak 3 kali.

“Dan kali ini kita belajar tentang koleksi museum Reoog Ponorogo yang sekaligus dapat disaksikan bagaimana ekspresi atau presentasi dari koleksi Reog Ponorogo dalam bentuk peragaan dan seni pertunjukan warisan budya tak benda,” ujarnya.

Kali ini peragaan Reog Ponorogo akan diperagakan oleh sanggar seni Aglar Dc Dari Ponorogo pimpinan Shodiq Pristiwanto, S. Sn.

Bentuk kegiatan belajar bersama di museum dan peragaan warisan budaya tak benda ini, diselenggarakan secara hibride (offline dan live streaming). Secara offline kami menghadirkan 50% undangan dari kapasitas gendung yaitu sebanyak 100 undangan.

Kadisbudpar Jatim Sinarto S.Kar, MM (tengah) didampingi Dra. Nina Rossana, M.Si Ka UPT Museum MPU Tantular (kanan) memberikan piagam penghargaan kepada pimpinan Sanggar Aglar Dc

----------------------------

Pemateri diantaranya : Dr. Rido Kurnianto, M. Ag, Dosen Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Ponorogo dan Shodiq Pristiwanto, S.Sn, Wakil Keira Bidang Teknis Dan Pelatihan Yayasan Reog Ponorogo.
Usai disampaikan materi, peserta melakukan gelar dan peragaan. (iz)