JATIMPOS.CO/ SURABAYA - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengajak puluhan pimpinan perusahaan media beserta redaksi dan perwakilan organisasi pers di Kota Pahlawan menikmati Wisata Air Kalimas, Rabu (15/6/2022) malam.
Sembari menaiki perahu, puluhan awak media itu diajak menikmati eksotisme malam di Kota Surabaya via Kalimas. Rute dimulai dari Dermaga Monumen Kapal Selam (Monkasel) dan singgah di Floating Market (pasar apung) Dermaga Taman Prestasi. Kemudian, dilanjutkan menikmati live painting di Dermaga Taman Ekspresi dan finish ke Dermaga Siola.
Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan, kegiatan silaturahmi ini sekaligus untuk menghimpun masukan dari awak media supaya pengembangan destinasi Wisata Air Kalimas lebih sempurna. .
Ia menyadari betul, bahwa membangun Kota Surabaya tak bisa dilakukan sendiri. Membangun sebuah kota akan sempurna apabila seluruh stakeholder termasuk awak media terlibat di dalamnya. "Dengan sinergitas yang kuat itulah yang membuat Surabaya menjadi hebat," terang Cak Eri panggilan lekat Wali Kota Surabaya.
Meski tiket yang ditawarkan ada objek Wisata Air Kalimas tidak mahal, Cak Eri menginginkan agar wisatawan itu bisa senang dan bahagia. Bahkan, untuk memanjakan mereka, di sepanjang Sungai Kalimas bakal memperbanyak lagi dengan spot Pasar Apung.
"Nanti setiap wisatawan itu akan diberhentikan di titik-titik tertentu untuk menikmati dan membeli produk-produk UMKM yang kita pasarkan di Sungai Kalimas," ungkap dia.
Pasca diresmikan pada 31 Mei 2022 lalu, Cak Eri menyatakan, bahwa animo wisatawan yang ingin menikmati Wisata Air Kalimas terus meningkat. Bahkan, di saat weekend, tiket yang dijual melalui online langsung ludes dalam waktu sekejap.
"Maka kita juga akan menambah perahu, karena pada Sabtu dan Minggu, perahu kita sudah tidak menampung. Jumlah yang antre sangat luar biasa, animonya tinggi," katanya.
Oleh sebabnya, selain berencana melengkapi spot-spot wisata baru, Cak Eri juga bakal menambah lagi unit perahu. Itu diharapkan agar wisatawan yang ingin menikmati Wisata Air Kalimas tidak terlalu lama menunggu perahu datang.
"Sekarang ada 12 perahu, Insyaallah kita akan menambah sekitar lima atau tujuh. Karena nanti kan di situ termasuk ada Perahu Apung dan UMKM yang jualan di sana," imbuhnya. (*)