JATIMPOS.CO/LAMONGAN – Dua buah perahu peninggalan zaman kolonial Belanda yang mempunyai nilai sejarah dan saat ini berada di parkiran Dinas Kebudayan dan Pariwasata (Disbudpar) Kabupaten Lamongan. Kondisinya sangat memprihatinkan.

Pasalnya perahu peninggalan zaman kolonial Belanda yang sebelumnya ditemukan oleh warga Desa Mertani Kecamatan Karanggeneng yang berhasil diangkat dari dasar Bengawan Solo sejak 7 November 2019 ini terbengkalai kurang terawat.

Berdasarkan pantauan di lokasi, keberadaan dua perahu bersejarah tersebut dijadikan bak tempat alat-alat kebersihan dan pembuangan barang bekas serta sampah. Tidak hanya itu kondisinya sudah berkarat dan keropos-keropos pada badan perahu.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lamongan Siti Rubikah saat di konfirmasi mengatakan pihaknya tidak bermaksud menelantarkan keberadaan dua perahu sejarah tersebut.

"Mohon maaf mas dengan kondisi tersebut memang saya jarang memantau ditempat itu, tadi pagi saya sudah langsung perintahkan untuk dibersihkan," ungkapnya kepada jurnalis jatimpos.co. Rabu (20/04/2022).

Menurutnya mengenai perawatan dua perahu bersejarah tersebut bukan wewenangnya namun dilakukan oleh pihak Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur.

"Pihak kami sendiri tidak berani melakukan perawatan, karena menyangkut keahlian khusus oleh tim yang ahli di bidangnya," ujarnya.

Selain itu, Rubikah panggilan karibnya mengatakan kedua perahu bersejarah tersebut nantinya akan dipindahkan ke salah satu lokasi wisata dan musium yang ada di Lamongan.

"Yang jelas progres dari pihak Disparbud Lamongan kedepan 2 (dua) buah perahu itu, 1 (satu) perahu akan ditaruh ditempat wisata, bisa di Wisata Waduk Gondang dan satunya lagi akan ditempatkan di Musium Lamongan, tepatnya di timur Kantor Dinas Pendidikan Lamongan," terang Rubika.

Seperti diketahui, penemuan perahu bersejarah yang diduga perahu peninggalan zaman kolonial Belanda ini ditemukan warga berada di dasar aliran Sungai Bengawan Solo yang berlokasi di Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng Kabupaten Lamongan Selasa (8/10/2019) silam.

Pada 7 November 2019 dilakukan pengangkatan dan diserah perwakilan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, kepada Pemkab Lamongan. (bis)