JATIMPOS.CO/SURABAYA- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jatim bersama anggota Komisi E DPRD Jatim Cahyo Harjo Prakoso, S.H., M.H., menggelar kegiatan penyaluran apresiasi bagi pelaku budaya di Sonokwijenan, Sukomanunggal Surabaya, Minggu (2/3/2026).
Kegiatan bertajuk Penyaluran Apresiasi Pelaku Budaya tersebut merupakan bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dalam memberikan penghargaan kepada para insan budaya yang telah berkontribusi dalam pelestarian dan pengembangan seni tradisi di Jawa Timur.
Kepala Disbudpar Jatim Evy Afianasari yang diwakili Adiyanto selaku Ketua Tim Kerja Pembinaan SDM Lembaga Pranata Budaya, mengemukakan bahwa kegiatan Apresiasi Pelaku Budaya Tahun 2026 merupakan bentuk sinergitas dan kolaborasi antara Disbudpar Jatim dengan DPRD Provinsi Jawa Timur.
“Pelestarian budaya merupakan tugas bersama, baik pemerintah melalui unsur eksekutif dan legislatif, maupun para pelaku budaya itu sendiri. Karena itu, kolaborasi yang terjalin dalam kegiatan ini menjadi bukti nyata kepedulian bersama terhadap keberlangsungan seni dan budaya di Jawa Timur,” ujarnya.
Menurutnya, secara keseluruhan program apresiasi pelaku budaya tahun 2026 menyasar 500 pelaku budaya di seluruh Jawa Timur. Namun, untuk kegiatan di Surabaya kali ini dihadirkan secara simbolis 15 pelaku budaya sebagai perwakilan.
Dikatakan bahwa setiap pelaku budaya dalam program ini menerima apresiasi sebesar Rp1 juta yang telah disesuaikan dengan ketentuan administrasi. Ia berharap nilai tersebut tidak dilihat dari besar kecilnya nominal, melainkan sebagai bentuk perhatian dan penyemangat agar para seniman tetap berkarya dan melestarikan budaya daerah.
Menurutnya, ditengah kebijakan efisiensi anggaran, sejumlah program mengalami penyesuaian. Namun berkat dorongan dan dukungan dari DPRD Jatim, khususnya Anggota Komisi E Cahyo Harjo Prakoso, program apresiasi ini tetap dapat terlaksana.
“Ini adalah bentuk kolaborasi. Dukungan dari DPRD menjadi penguat agar program pelestarian tetap berjalan, meski ada keterbatasan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Adiyanto menambahkan bahwa pelaku seni sejatinya tidak hanya membutuhkan bantuan finansial, tetapi juga ruang tampil dan kesempatan berkarya. Oleh karena itu, ke depan pihaknya berharap sinergi dengan DPRD dapat diwujudkan dalam bentuk kegiatan pertunjukan dan ruang ekspresi yang lebih luas, khususnya dengan memanfaatkan potensi SDM lokal di Surabaya dan daerah lainnya di Jawa Timur.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang dengan cakupan yang lebih luas, sehingga semakin banyak seniman yang merasakan manfaatnya.
“Apresiasi ini adalah bentuk penyemangat agar panjenengan semua tetap istiqamah berkarya dan menjaga kebudayaan sebagai jati diri bangsa,” tutupnya.
Sementara itu anggota Komisi E DPRD Jatim, Cahyo Harjo Prakoso mengatakan, apresiasi ini sebagai salah satu wujud perhatian kepada para seniman. Mereka adalah para 'Pahlawan' yang tetap melestarikan seni tradisional, khususnya tradisi Suroboyo.
"Salah satu bentuk perhatian, program program perhatian dan atensi kami terhadap para pelaku budayawan dan seniman di Jawa Timur khususnya di Kota Surabaya," kata Cahyo.
"Memang jumlahnya tidak terlalu banyak, tetapi ini adalah bentuk keseriusan kami untuk memperhatikan para pahlawan, para Garda terdepan menjaga keberlangsungan budaya kita," lanjut Cahyo.
Bagi Cahyo, memberi perhatian kepada para seniman, penting dilakukan. Indonesia adalah negara yang sangat kaya raya, dengan aneka ragam budaya, adat-istiadat, juga identitas diri yang sangat beraneka ragam, yang perlu dijaga.
"Kekayaan yang yang ada ini salah satunya adalah memberikan perhatian kepada para pelaku pelaku senimannya atau pelaku budayawan ini," ucapnya.
Menurut Cahyo, para seniman tradisi Surabaya ini perlu mendapat sentuhan perhatian dari Pemerintah. Bukan sekedar bantuan sesaat, tetapi bagaimana kebijakan yang berdampak bagi keberlangsungan hidup mereka.
"Karena sesungguhnya tidak hanya tentang finansial yang dipikirkan, tetapi keberlangsungan mereka dengan selalu tampil itu akan akhirnya menjaga eksistensi mereka, menjaga kompetensi mereka," tegasnya. (red)
