JATIMPOS.CO/JAKARTA — Festival Jaranan Trenggalek Terbuka (FJTT) resmi masuk dalam agenda Karisma Event Nusantara (KEN) 2026. Masuknya FJTT dalam program Kementerian Pariwisata tersebut merupakan bagian dari upaya pengembangan budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif di daerah.

Anggota DPR RI Komisi VII dari daerah pemilihan Jawa Timur VII (Trenggalek, Ponorogo, Magetan, Pacitan, dan Ngawi), Novita Hardini, menyampaikan bahwa masuknya FJTT ke KEN 2026 merupakan hasil pengawalan aspirasi daerah yang dilakukan sejak awal masa jabatannya periode 2024–2029.

Selain Festival Jaranan Trenggalek Terbuka, Novita juga memperjuangkan sejumlah festival lain di wilayah daerah pemilihannya agar masuk dalam agenda KEN 2026. Berdasarkan informasi dari akun resmi Karisma Event Nusantara, terdapat 125 event yang masuk kalender KEN 2026.

Di Jawa Timur, beberapa festival yang tercantum antara lain Festival Nasional Reog Ponorogo dan Grebeg Suro di Kabupaten Ponorogo, Festival Ronthek di Kabupaten Pacitan, serta Festival Jaranan Terbuka Trenggalek di Kabupaten Trenggalek. Pada 2026, Jawa Timur kembali menjadi salah satu provinsi dengan jumlah event terbanyak yang masuk dalam KEN.

Masuknya FJTT sebagai event KEN 2026 dinilai sejalan dengan harapan masyarakat pelaku dan penggemar seni jaranan di Kabupaten Trenggalek. Festival ini juga mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Trenggalek dalam memperkuat identitas daerah sebagai pusat pengembangan seni jaranan, termasuk Turonggo Yakso dan ragam seni kuda lainnya di Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Novita Hardini menyampaikan apresiasinya atas masuknya Festival Jaranan Trenggalek Terbuka dalam KEN 2026.

“Alhamdulillah, aspirasi kemajuan daerah di Dapil VII pada sektor pariwisata dapat terakomodasi. Ini harus disambut baik dan dikawal oleh masing-masing pemerintah daerah agar mampu menyajikan event kreatif setiap tahunnya,” ujar Novita dalam keterangan resminya, Jumat (23/1/2025).

Ia menambahkan, konsistensi pemerintah daerah dalam menjaga kualitas penyelenggaraan event akan menjadi daya tarik wisata sekaligus mendorong peningkatan kunjungan wisatawan.

“Saya memperjuangkan masing-masing kabupaten di Dapil VII. Alhamdulillah, saat ini sudah ada tiga kabupaten yang siap. Dengan terbukanya konektivitas dengan Kementerian Pariwisata, semoga membawa dampak positif bagi pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” kata Novita. (ard)