JATIMPOS.CO/JAKARTA- Warga khususnya asal Jawa Timur di Jakarta pada Minggu (21/12/2025) berkumpul dengan penuh suka cita di anjungan Jawa Timur Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. Mereka menyaksikan fasilitasi tampilan kesenian asal Jatim.

Puluhan penari dari Jatim bersama panitia dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jatim juga berada disitu. Kegiatan itu diselenggarakan Disbudpar Jatim dalam rangka fasilitasi tampilan kesenian dalam rangka Apresiasi seni tari Anjungan Jawa Timur TMII Jakarta.

Kisah cerita tampilan seni tari itu cukup menarik, “Opera Anak Keong Mas & Nenek Sihir” dengan diadaptasi dengan judul cerita petualangan Timun emas yang merepresentasikan situasi kekinian.

Opera Anak Keong Mas dan Nenek Sihir, adalah cerita simbol manusia yang dikaruniai sifat yang baik dan buruk. Yang disimbolkan dua bersaudara Galuh dan Kirana. Kirana yang disihir menjadi keong mas juga bisa diartikan sebagai simbol bahwa untuk membangun negeri menuju keemasan diperlukan pengorbanan dan musuh yang paling berat adalah di lingkungan sendiri.

Penampilan pertama pada pembukaan, ditampilkan Tari Jejingkrak. Tari ini menceritakan tentang kebahagiaan, semangat, dan keceriaan anak-anak dalam beraktivitas atau bermain.

Istilah "jejingkrak" (dari bahasa Jawa "jingkrak") merujuk pada gerakan melompat-lompat kecil sebagai ekspresi kegembiraan yang spontan. Berikut adalah beberapa karakteristik utama dari tarian ini: Tema Utama: Ekspresi rasa syukur dan kegembiraan yang tulus melalui gerakan yang lincah.

Gerakan: Dominan dengan gerakan kaki yang dinamis (seperti melompat atau berjingkrak), gerakan tangan yang lebar, serta ekspresi wajah yang selalu tersenyum untuk menunjukkan suasana hati yang senang.

Tarian ini sering dipentaskan dalam acara-acara sekolah atau festival budaya untuk merayakan kebersamaan dan keceriaan.

Penampilan kedua dipersembahkan oleh alumni Diklat tari anjungan Jawa Timur, yakni Tari Catur Bawono. Filosofi keseimbangan 4 elemen alam, yaitu api, tanah, air dan udara sebagai cerminan dinamika kehidupan manusia dalam balutan estetika gerakan Jawatimuran yang energik, tegas dan penuh ekspresi.

Hal ini menyuarakan pentingnya harmoni antara kekuatan alam dan jiwa manusia. Keempat elemen saling berinteraksi tertabrakan lalu menyatu dalam satu gerak yang harmonis. Tari ini menjelaskan bahwa keseimbangan bukan ketiadaan melainkan kemampuan untuk menyelaraskan perbedaan demi kelangsungan hidup.

Tarian ketiga dari Sanggar Kinanti Tanjung Priok yakni Tari angsa putih. Tarian ini menceritakan tentang kelucuan, kelincahan, dan kecantikan sekelompok angsa putih yang sedang bermain bersama teman-temannya. Gerakan-gerakannya menggambarkan tingkah laku alami angsa yang anggun, seperti saat mereka berjalan santai dengan gemulai, berenang di air, hingga saat mereka terbang mengepakkan sayap di udara.

Tarian ini memancarkan suasana yang ceria dan penuh semangat, sering kali dibawakan oleh anak-anak sebagai bentuk ekspresi kebersamaan dan keindahan alam.

Berikan Apresiasi

Kepala Anjungan Jawa Timur Taman Mini Indonesia Indah, Bapak Sujono pada kesempatan itu mengemukakan, atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada Badan Penghubung Daerah Provinsi Jawa Timur menyampaikan apresiasi dan terimakasih yang setinggi-tingginya atas terwujudnya kolaborasi yang sangat membanggakan ini.

Hal ini kerjasama antara Badan Penghubung Daerah Provinsi Jawa Timur dengan RAFF Dance Company Indonesia yang difasilitasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jatim.

Sebuah kerjasama yang mencerminkan semangat gotong royong dan melestarikan dan mengembangkan seni budaya bangsa. Khususnya demi generasi muda.

Opera anak keong mas dan nenek sihir bukan sekedar pertunjukan seni didalamnya terkandung nilai-nilai luhur seperti kejujuran, kesabaran, keberanian dan kebaikan hati yang menjadi pondasi penting dalam pembentukan karakter anak anak kita.

“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berkembang memperluas jejaring kolaborasi serta semakin mendekatkan generasi muda pada akar budaya bangsa,” ujarnya.

Hal yang sama disampaikan pimpinan RAFF Dance Company Indonesia, Arif Rofik. “Terus terang dari RAFF Dance Company Indonesia tidak menyangka kalau sambutan di kawan kawan anjungan ini luar biasa. Ini adalah tampil sanggar bersama dari Surabaya dan Jakarta. Saya sama sekali tidak tau kalau kawan kawan akan menampilkan pertunjukan yang luar biasa,” ujarnya.

“Penarinya bagus bagus. Kualitasnya luar biasa. Saya harus hormat pada kawan kawan dari anjungan karena anda penari yang kualitasnya diatas rata-rata. Saya sempat berpikir kalau saya ada undangan di Jakarta saya ambil anak anak dari sini saja,” tambahnya. (ham)