JATIMPOS.CO/KAB. MALANG- Hujan deras mengguyur wilayah Pakisaji Kabupaten Malang pada Minggu malam (23/11/2025), tak menyurutkan semangat pergelaran seni budaya campursari di lapangan Desa Karangpandan, Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang.

Warga penggemar tetap datang ke lokasi, karena panitia menyiapkan tenda terop cukup representatif. “Kapan lagi mau nonton secara langsung ini, lebih semangat daripada nonton di yutoube,” ujar Ahmad warga Karangpandan bersama rekan-rekannya.

Anggota DPRD Jatim, pejabat Disbudpar Jatim dan Pemkab Malang pada pembukaan Pergelaran campursari di di lapangan Desa Karangpandan, Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang pada Minggu (23/11/2025).
-------------------------

Pergelaran semakin meriah karena menghadirkan sanggar tari Sekar Arum dan Campursari Sekar Gadung Laras yang merupakan grup amat terkenal dan disukai banyak orang.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan kolaborasi atau sinergitas dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim bersama DPRD Provinsi Jawa Timur, dimana Pemprov Jatim melalui Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata (Disbudpar) menyelenggarakan pagelaran seni budaya campursari dalam rangka penguatan dan pelestarian budaya Jawa Timur,” ujar Kadisbudpar Jatim Evy Afianasari dalam amanat tertulisnya.

Diharapkan, melalui kegiatan ini, selain dapat menyemarakkan, juga menjadi upaya pelestarian yang berdampak secara luas, baik pada seniman dan budayawan yang terlibat, maupun masyarakat secara umum dalam meninkatkan ekonomi kreatif.

“Alhamdulilah pada kesempatan yang berbahagia ini, kita masih diberi kesehatan untuk bersama sama menyaksikan keguyuban dan semangat seniman Jawa Timur dalam memajukan kebudayaan dalam kegiatan seni budaya campursari,” ujarnya.

Jawa Timur merupakan provinsi yang kaya akan potensi dan keragaman budaya, maka kita harus berbangga hati bahwa Jawa Timur memiliki 7.105 objek pemajuan kebudayaan dan 158 warisan budaya tak benda.

Kekayaan ini tentunya menjadi potensi yang patut kita banggkan dan jaga bersama, serta kita kembangkan dan manfaatkan secara maksimal guna mendukung kesejahteraan masyarakat.


“Kami sangat antusias dalam menyelenggarakan kegiatan penguatan pelestarian budaya melalui campursari uri uri budaya jawa pada hari ini. Masyarakat utamanya generasi muda, adalah garda terdepan dalam pelestarian budaya. pelibatan masyarakat lintas generasi merupakan sebagai langkah positif dalam mencapai pemajuan bangsa utamanya dalam aspek sosial dan budaya,” paparnya.


“Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat, mempererat persaudaraan, serta menjadi inspirasi bagi lahirnya kegiatan-kegiatan budaya lainnya di masa mendatang. akhir kata, selamat menikmati pertunjukan campursari,” pungkas Kadisbudpar Jatim.

Hadir pada kesempatan itu sejumlah anggota DPRD Provinsi Jatim, pejabat Disbudpar Jatim, Pemkab dan DPRD Kabupaten Malang, Forpimcam Pakisaji, Kades, seniman dan budayawan, tokoh masyarakat setempat.

Anggota DPRD Provinsi Jatim, Muhammad Arbayanto, S.H., M.H; menyatakan warga masyarakat khususnya generasi muda di Pakisaji Kabupaten Malang perlu terus ditumbuhkan upaya pelestarian nilai-nilai budaya warisan leluhur.

“Campursari merupakan produk budaya daerah, perlu ditumbuhkan rasa cinta budaya daerah dengan menggelar kegiatan semacam ini,” ujarnya. Selain itu mengembangkan aspek ekonomi lokal.

“Banyak warga berjualan, terjadi transaksi ekonomi yang saling menguntungkan. Terimakasih Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jatim menggelar kegiatan ini sinergi dengan DPRD Jatim. Terimakasih juga kepada semua pihak yang terlibat mensukseskan acara ini,” ujarnya.(sa)