JATIMPOS.CO/KABUPATEN MADIUN - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dr Wihaji secara resmi membuka pelaksanaan kegiatan nasional pelayanan KB dan Kesehatan Reproduksi (Kespro) yang dipusatkan di pasar-pasar tradisional di seluruh Indonesia.
Pembukaan yang dilakukan melalui zoom dan diikuti seluruh Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi seluruh Indonesia tersebut di buka secara resmi dari Pasar Sukolilo, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun pada Rabu (25/2/2025).
Pelayanan KB dan Kespro Kepada Masyarakat melalui pasar-pasar tradisional ini tujuannya untuk mendongkrak kepesertaan masyarakat dalam program KB, utamanya KB dengan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).
Kegiatan ini dimasifkan juga bertujuan untuk memudahkan akses pelayanan KB dan Kespro kepada peserta maupun calon peserta KB yang selama ini tidak memiliki waktu untuk berkunjung ke klinik, puskesmas atau pusat-pusat pelayanan KB dan Kespro karena kesibukan mereka di pasar.
''Hari ini pasar-pasar di seluruh Indonesia, ada sebanyak 1016 pasar tradisional yang kita kunjungi oleh Kementerian Dukbangga/BKKBN untuk program Keluarga Berencana khusus untuk alat kontrasepsi," jelas Menteri Kemendukbangga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji.
Menurutnya, berbagai macam alat kontrasepsi itu, ada suntik, IUD, imlan dan sebagainya. Sasaran yang dituju adalah pedagang pasar, pengunjung pasar kepada pasangan usia subur maupun wanita usia subur masyarakat sekitar dan pekerja pasar tradisional seperti kuli panggul, petugas kebersihan dan keamanan.
"Prinsipnya kita mencoba mempermudah layanan apa yang sudah diperintahkan oleh Pak Presiden Prabowo bagaimana terjun ke lapangan, menyelesaikan masalah, tidak usah berandai-andai," tegasnya.
Selain mendongkrak kepesertaan masyarakat dalam program KB, Kemendukbangga/BKKBN juga bakal memberdayakan lansia berdaya, yaitu lansia berusia di atas 60 tahun dengan program-program yang ada di Kemendukbangga/BKKBN.
"Tapi di pasar tradisional ini kita fokus dulu dengan pelayanan KB dan Kespro Kepada masyarakat yang ada di pasar," tegasnya.
Untuk melaksanakan program pelayanan KB dan Kespro ini Kemendukbangga/BKKBN, berkolaborasi dengan stakeholder terkait dengan mengerahkan mobil unit pelayanan (muyan) KB, puskesmas keliling, dan fasilitas pelayanan kesehatan terdekat dengan pasar pada gelar pelayanan KB dan Kespro tersebut.
"Jadi di setiap kabupaten dan kota diwajibkan menggelar pelayanan KB dan Kespro ini minimal di satu pasar tradisional. Satu pasar ditargetkan melayani 50 akseptor, utamanya dengan KB MKJP," pungkasnya. (jum).