JATIMPOS.CO//KOTA PASURUAN — Pemerintah Kota Pasuruan membekali penerima bantuan modal usaha tahun 2025 dengan keterampilan kewirausahaan agar bantuan yang diterima mampu mendorong usaha berkembang dan meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga.

Pembinaan kewirausahaan tersebut digelar di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Pasuruan, Senin (2/11/2026), dengan peserta warga penerima bantuan modal usaha dari berbagai wilayah di Kota Pasuruan.

Kegiatan melibatkan Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disnakerkopum) serta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pasuruan. Materi pembinaan diarahkan pada penguatan kemampuan mengelola usaha sekaligus meningkatkan pemahaman penerima manfaat terhadap aspek kesehatan.

Bantuan modal tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan permodalan, tetapi juga diikuti peningkatan kapasitas agar penerima mampu mengelola usaha secara lebih terencana. Penguatan tersebut diharapkan membuat usaha yang dijalankan dapat bertahan dan berkembang.

Dari sisi kesehatan, peserta juga mendapat pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kualitas produk, khususnya bagi pelaku usaha yang bergerak di bidang makanan dan minuman. Aspek tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan konsumen.

Kepala Bidang Usaha Mikro Disnakerkopum Kota Pasuruan, Yuda Andrias Mara, mengatakan pembinaan diperlukan agar bantuan modal benar-benar memberikan dampak terhadap perkembangan usaha masyarakat.

“Penerima bantuan perlu terus meningkatkan kemampuan dalam mengelola usaha, sehingga modal yang diberikan dapat dimanfaatkan secara produktif,” ujar Yuda.

Sementara itu, Dwi Lestari dari Dinas Kesehatan Kota Pasuruan menekankan pentingnya penerapan prinsip kebersihan dan kesehatan dalam aktivitas usaha. Menurutnya, kualitas produk menjadi salah satu faktor yang menentukan kepercayaan masyarakat.

“Pelaku usaha harus memperhatikan kebersihan dan kesehatan agar produk yang dihasilkan aman serta memberikan rasa percaya kepada konsumen,” kata Dwi. (shl)