JATIMPOS.CO//BONDOWOSO. Puskesmas Kota Kulon Bondowoso mendapat sertifikat penghargaan atas prestasi dan dedikasi dalam menjaga zero kematian ibu selama periode 2021-2025. Penghargaan tersebut diberikan dalam kegiatan monitoring dan evaluasi angka kematian ibu dan bayi (AKI-AKB) yang digelar Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur di Bondowoso.
Kepala Puskesmas Kota Kulon, dr. Ahmad Mansur, mengatakan capaian tersebut tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak dalam melakukan pendampingan dan pemantauan ibu hamil hingga persalinan.
Menurut dia, upaya menekan risiko kematian ibu dan bayi dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan kader kesehatan, tokoh masyarakat, tokoh agama, RT, RW, serta lintas sektor di wilayah kerja Puskesmas Kota Kulon.
"Penguatan peran kader dan masyarakat dilakukan melalui aktivasi Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) di setiap kelurahan," katanya, Selasa (29/9/2026).
Selain memperkuat jejaring masyarakat, Puskesmas Kota Kulon juga meningkatkan kunjungan rumah dan pemantauan terhadap ibu hamil berisiko.
" Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi kehamilan dapat diketahui sejak dini sehingga penanganan dapat segera diberikan apabila ditemukan faktor risiko, " Ujarnya.
Upaya lainnya dilakukan melalui pelayanan antenatal care (ANC) terpadu. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian penting untuk memantau kondisi ibu dan janin sekaligus mengidentifikasi kemungkinan komplikasi selama masa kehamilan.
Dirinya mengatakan kualitas pelayanan juga terus ditingkatkan dengan menerapkan standar pelayanan 12T. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan ibu hamil mendapatkan pelayanan yang komprehensif sesuai kebutuhan selama kehamilan.
"Yang tidak kalah penting adalah rujukan tepat waktu. Ketika ditemukan kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, kami berupaya agar ibu segera mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan yang sesuai," ungkapnya.
Puskesmas Kota Kulon juga menggelar kelas ibu hamil dan kelas ibu balita. Kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi bagi keluarga mengenai kehamilan, persalinan, perawatan bayi, hingga upaya mengenali tanda bahaya yang membutuhkan penanganan medis.
Pencegahan juga dilakukan sejak sebelum kehamilan melalui skrining layak hamil bagi pasangan usia subur (PUS), termasuk calon pengantin.
" Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah Secawan Madu, singkatan dari Skrining Calon Pengantin Wanita, Nikah Aman dengan Edukasi Layak Hamil, " Tuturnya.
Melalui inovasi tersebut, calon pengantin perempuan menjalani pemeriksaan kesehatan dan pemeriksaan laboratorium, meliputi hemoglobin (Hb), sifilis, HIV, HBsAg, serta gula darah. Mereka juga mendapatkan edukasi mengenai kesehatan reproduksi dan persiapan kehamilan.
Inovasi lainnya adalah Sekar-Ibu, atau Secuil Kertas Penyelamat Ibu Hamil. Setiap buku KIA ibu hamil ditempeli kertas kecil yang memuat hasil skrining Skor Puji Rochyati dan skrining preeklamsia. Informasi tersebut digunakan untuk menentukan tindak lanjut dan penanganan sedini mungkin.
Sementara untuk mendorong persalinan di fasilitas kesehatan, Puskesmas Kota Kulon menjalankan inovasi Permaisuri Manis, yakni Persalinan Aman Selamatkan Ibu dan Rawat Bayi Mantap Gratis. Program ini dilakukan dengan memberikan motivasi kepada masyarakat agar melakukan persalinan di fasilitas kesehatan sekaligus menyediakan sejumlah fasilitas pelayanan secara gratis.
Ahmad menegaskan capaian zero kematian ibu selama periode 2021-2025 merupakan hasil kerja bersama dan harus dipertahankan melalui penguatan pelayanan dari hulu hingga hilir.
" Kuncinya adalah deteksi dini, pemantauan, edukasi, pelayanan berkualitas, serta rujukan yang tepat waktu," Pungkasnya.(Eko)