JATIMPOS.CO/BONDOWOSO. Sejak pagi, Khusnul Hotimah (31) sudah terlihat sibuk membersihkan area dapur dan perlengkapan kerja di SPPG Kademangan 2. Warga Kelurahan Kademangan itu kini menjadi salah satu relawan di bagian cleaning dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), pekerjaan yang perlahan membantu dirinya bangkit setelah ditinggal sang suami meninggal dunia sekitar setahun lalu.
Bagi Khusnul Hotimah, pekerjaan tersebut bukan sekadar rutinitas harian. Di balik aktivitas membersihkan dapur dan menjaga kebersihan lingkungan kerja, ada tanggung jawab besar yang harus ia pikul sebagai ibu tunggal bagi anak semata wayangnya yang kini duduk di bangku kelas satu SMP.
Sebelum bergabung di SPPG Kademangan 2, dirinya mengaku menjalani usaha kecil-kecilan dengan membuka warung camilan di rumahnya sendiri. Namun penghasilan dari usaha tersebut tidak menentu dan sering kali belum cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari.
" Pendapatan warung kadang di bawah Rp100 ribu per hari. Itu pun masih dipakai beli bahan lagi," ujarnya saat ditemui di sela aktivitasnya di area dapur SPPG Kademangan 2, Rabu (13/05/2026).
Setelah sang suami meninggal, Khusnul harus berusaha sendiri memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus membiayai pendidikan anaknya. Kondisi itu membuat dirinya terus mencari tambahan penghasilan yang lebih stabil.
Kesempatan tersebut datang ketika program MBG membuka perekrutan relawan. Khusnul Hotimah kemudian mulai bergabung sejak November 2025 dan ditempatkan di bagian cleaning atau kebersihan.
Menurutnya, pekerjaan di bagian cleaning memiliki tanggung jawab penting karena kebersihan dapur menjadi salah satu penunjang utama dalam proses penyediaan makanan bagi masyarakat.
Ia mengaku bersyukur bisa menjadi bagian dari program tersebut. Selain memperoleh tambahan penghasilan, dirinya juga merasa nyaman dengan lingkungan kerja yang penuh kebersamaan.
" Kerja di sini enak. Teman-teman sesama relawan juga sangat kompak, jadi saya merasa nyaman," katanya.
Suasana kerja yang saling mendukung membuat Khusnul perlahan kembali memiliki semangat setelah melewati masa sulit pasca kehilangan suaminya.
Kehadiran rekan-rekan relawan disebut menjadi penyemangat tersendiri dalam menjalani aktivitas setiap hari.
Program MBG sendiri dinilai tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima makanan bergizi, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar, termasuk para ibu rumah tangga yang membutuhkan tambahan penghasilan.
Bagi Khusnul Hotimah, perubahan paling terasa setelah bekerja di SPPG Kademangan 2 adalah kondisi ekonomi keluarganya yang mulai membaik. Ia kini lebih tenang dalam memenuhi kebutuhan sekolah anaknya maupun kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
" Setelah kerja di sini saya merasa bersyukur, karena bisa membantu memperbaiki ekonomi keluarga saya," tuturnya.
Di tengah kesibukannya menjaga kebersihan dapur pelayanan MBG, Khusnul Hotimah terus menjalani perannya sebagai ibu sekaligus tulang punggung keluarga. Dari pekerjaan sederhana di bagian cleaning, ia berusaha menjaga harapan agar masa depan anaknya tetap berjalan dengan baik.(Eko)
