JATIMPOS.CO/KABUPATEN MADIUN — Udara sejuk lereng Gunung Wilis terasa lebih hidup dari biasanya di Desa Bodag, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Selasa (12/5/2026). Spanduk kegiatan terbentang di sejumlah sudut desa, warga bergotong royong menyiapkan lokasi acara, sementara para pelaku UMKM sibuk menata produk unggulan mereka di stan-stan sederhana.
Selama dua hari, 12-13 Mei 2026, desa yang dikenal sebagai sentra kakao dan durian itu menjadi tuan rumah program Bahana Bersahaja 2026 atau Bakti Harmoni Madiun Bersih, Sehat, dan Sejahtera.
Program unggulan Pemerintah Kabupaten Madiun tersebut merupakan transformasi dari Bakti Sosial Terpadu (BST) yang selama ini menjadi agenda pelayanan masyarakat di desa-desa. Tahun ini, Desa Bodag menjadi lokasi keempat pelaksanaan Bahana Bersahaja.
Kedatangan Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi dan jajaran Forkopimda disambut meriah masyarakat. Paguyuban pencak silat Kecamatan Kare tampil mengiringi penyambutan, disusul pertunjukan Reog Singgoro Wilis yang memadati area kegiatan.
Di hadapan warga, Hari Wuryanto menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat masyarakat Desa Bodag. Ia mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan upaya pemerintah mendekatkan pelayanan langsung hingga ke wilayah desa.
“Alhamdulillah kita diparingi sehat sehingga bisa bersilaturahmi dalam kegiatan Bahana Bersahaja di Desa Bodag ini. Terima kasih kepada masyarakat yang sudah menyambut kami dengan luar biasa,” ujar Hari Wur.
Ia menegaskan, selama kegiatan berlangsung dirinya bersama jajaran Forkopimda dan organisasi perangkat daerah akan berada langsung di Desa Bodag untuk melaksanakan berbagai program pelayanan masyarakat.
“Insyaallah kami bersama seluruh jajaran akan hadir dan menginap di Desa Bodag sekaligus mengerjakan kegiatan-kegiatan di sini,” katanya.
Berbagai layanan publik disiapkan pemerintah daerah dalam kegiatan tersebut, mulai dari pasar murah, pemeriksaan kesehatan gratis, kerja bakti lingkungan, pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH), layanan perpustakaan keliling, perpanjangan SIM, hingga pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB).
Menurut Hari Wur, Bahana Bersahaja menjadi ruang kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat desa. “Bahana Bersahaja menjadi ruang kebersamaan masyarakat sekaligus bentuk kehadiran pemerintah di tengah warga,” ujarnya.
Suasana kebersamaan memang terasa kuat sejak hari pertama kegiatan. Pada Selasa sore, warga memadati Lapangan Boging untuk mengikuti jalan santai bersama yang dipadukan dengan hiburan Reog Singgoro Wilis. Di lokasi yang sama, panitia juga menghadirkan pasar murah sembako yang langsung diserbu warga.
Anak-anak, petani, hingga pelaku UMKM tampak berbaur menikmati suasana desa yang mendadak ramai. Bagi masyarakat Desa Bodag, momentum tersebut bukan hanya hiburan, tetapi juga kesempatan mempererat hubungan sosial di tengah aktivitas berkebun dan bertani yang menjadi keseharian mereka.
Desa Bodag sendiri dikenal sebagai salah satu desa produktif di kaki Gunung Wilis. Hamparan kebun kakao, petai, kopi, cengkeh, dan durian menjadi sumber penghidupan utama masyarakat. Keberadaan Rumah Coklat Bodag turut memperkuat identitas desa sebagai sentra kakao di Kabupaten Madiun.
Memasuki malam hari, pusat kegiatan bergeser ke Rumah Coklat Bodag. Ratusan warga berkumpul mengikuti sarasehan budaya bersama pelawak senior Jawa Timur, Kirun dan timnya.
Kehadiran Kirun menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat. Lawakan khas Mataraman yang dibawakannya berkali-kali memancing tawa warga yang memenuhi area kegiatan.
Sarasehan budaya itu dikemas santai sebagai ruang dialog sekaligus hiburan rakyat. Warga duduk tanpa sekat menikmati suasana malam lereng Wilis sambil menyaksikan pertunjukan kotoprak bernuansa budaya lokal.
Rumah Coklat Bodag dipilih sebagai lokasi karena selama ini menjadi ikon pengembangan potensi kakao desa sekaligus ruang promosi produk lokal masyarakat.
Puncak kegiatan Bahana Bersahaja berlangsung pada Rabu (13/5/2026). Sejak pagi, masyarakat dapat mengakses sedikitnya 24 layanan terpadu di Rumah Coklat dan Balai Desa Bodag.
Layanan tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan gratis, administrasi kependudukan, pelayanan BPJS, perpajakan, donor darah, layanan perbankan, hingga perizinan usaha.
Bagi warga desa di kawasan lereng Wilis, layanan jemput bola seperti itu dinilai sangat membantu karena mereka tidak perlu pergi jauh ke pusat kota untuk mengurus kebutuhan administrasi.
Selain pelayanan publik, pemerintah daerah juga menghadirkan bazar UMKM untuk mempromosikan produk unggulan lokal. Berbagai hasil perkebunan dan olahan masyarakat dipamerkan, mulai dari cokelat, kopi, hingga hasil pertanian lainnya.
Dalam kesempatan itu, Hari Wur juga mengajak masyarakat menjaga kerukunan dan kebersamaan di lingkungan desa.
“Kami berharap masyarakat Desa Bodag terus guyub rukun. Kalau masyarakat bisa rukun dan tenteram, insyaallah kesejahteraan juga akan mengikuti,” tuturnya.
Bahana Bersahaja 2026 mengusung slogan “Bersama Membangun Desa, Mewujudkan Masyarakat Bersih, Sehat, dan Sejahtera”.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Madiun ingin memastikan pelayanan publik dan pembangunan dapat dirasakan hingga desa-desa produktif di kawasan pegunungan. (jum).
