JATIMPOS.CO/PROBOLINGGO — Pemerintah Kota Probolinggo meluncurkan Program Suroyo Super Koridor, Cokro Super Koridor, serta Kalender Wisata Kota Probolinggo Tahun 2026. Peluncuran tersebut dikemas dalam acara rilis yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Probolinggo di halaman belakang Kantor Wali Kota, Jumat malam (30/1/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin bersama Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, perwakilan Forkopimda, Ketua TP PKK Kota Probolinggo dr. Evariani, Pj. Sekdakot Rey Suwigtyo, para asisten dan staf ahli, kepala OPD, camat dan lurah se-Kota Probolinggo, insan pers, serta Kang dan Yuk Kota Probolinggo.
Lucia Aries Yuliyanti, Plt. Kepala Diskominfo Kota Probolinggo dalam sambutan sekaligus laporannya menyampaikan bahwa pada tahun 2026 Pemerintah Kota Probolinggo menempatkan hampir 100 titik akses point free WiFi yang tersebar di seluruh wilayah kota. Sebagian fasilitas tersebut berasal dari program Corporate Social Responsibility (CSR) sejumlah penyedia jasa internet (ISP) di Kota Probolinggo.
“Peluang dan tantangan di ruang digital ini sangat besar. Setelah fasilitas tersedia, tentu harus dijaga bersama agar tidak rusak akibat ulah manusia. Untuk itu kami membutuhkan sinergi, khususnya dengan rekan-rekan wartawan sebagai media yang menjembatani terciptanya ruang digital yang aman, ramah, dan bermanfaat bagi semua kalangan,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menegaskan bahwa peluncuran Program Suroyo Super Koridor, Cokro Super Koridor, dan Kalender Wisata 2026 merupakan bagian penting dari percepatan transformasi digital di Kota Probolinggo.
“Penyediaan akses internet gratis di ruang publik tidak hanya untuk mempermudah akses informasi, tetapi juga menghadirkan layanan publik yang semakin mudah, cepat, dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat,”Ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Pemkot Probolinggo juga meresmikan Kalender Event Pemerintah Kota Probolinggo yang memuat 160 event sepanjang tahun 2026, 100 destinasi wisata, 9 pasar tradisional, 10 sentra belanja, serta 13 wisata kuliner yang beroperasi sepanjang tahun.
“Kota Probolinggo memiliki posisi geografis strategis sebagai kota transit. Dengan adanya event sepanjang tahun, kami mengajak pegiat pariwisata, seni, event organizer, wartawan, dan UMKM untuk memanfaatkan peluang ini sebaik-baiknya,” kata Aminuddin.
Begitu juga dukungan pengembangan infrastruktur transportasi, termasuk rencana pengoperasian kereta komuter Surabaya–Pasuruan–Probolinggo dengan tarif terjangkau serta komitmen PT KAI untuk merenovasi Stasiun Probolinggo dan mengembangkan jalur rel menuju pelabuhan. Selain itu, Pemkot membuka ruang seluas-luasnya bagi investor guna mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dalam kesempatan tersebut, juga diisi dengan sesi tanya jawab antara Wali kota dan sejumlah wartawan. Mulai isu pemangkasan anggaran agar event tetap berdampak bagi UMKM hingga pengembangan destinasi wisata. Menanggapi hal tersebut, Wali Kota menegaskan bahwa keterbatasan anggaran akan disiasati melalui kolaborasi, pemberdayaan pelaku event, dukungan CSR, serta optimalisasi kalender wisata dengan peran aktif pers.
Puncak acara ditandai dengan pemindaian barcode kalender event wisata Kota Probolinggo oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang diikuti seluruh tamu undangan. Acara ini juga dimeriahkan dengan penampilan tari Ganing, sebuah tarian tradisional khas Kota Probolinggo dari Sanggar Putri Rahayu yang pernah meraih prestasi tingkat nasional serta mengundian doorprice. (Sf)