JATIMPOS.CO/TUBAN – ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) mengenalkan industri hulu minyak dan gas bumi (migas) kepada ratusan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Senori, Kabupaten Tuban, Rabu (4/11/2026). Edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai industri migas dan kontribusinya bagi daerah.
Kegiatan ini dikemas melalui program PWI Goes to Campus yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tuban. Dalam kesempatan tersebut, EMCL menghadirkan perwakilannya, Almaliki Ukay Sukaya Subqy, untuk memberikan pemahaman mengenai aktivitas industri hulu migas.
Malik, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa Kabupaten Tuban memiliki peran penting dalam operasional Blok Cepu. Minyak mentah dari Lapangan Banyu Urip dialirkan melalui pipa darat sepanjang 72 kilometer yang melintasi wilayah Tuban hingga pesisir Kecamatan Palang.
Selanjutnya, aliran minyak diteruskan melalui pipa sepanjang 23 kilometer ke arah laut menuju Kapal Alir Muat Terapung atau Floating Storage and Offloading (FSO) Gagak Rimang.
“Karena itu, penting bagi para pelajar dan mahasiswa di Tuban untuk mengetahui lebih banyak tentang migas,” ujar Malik di hadapan mahasiswa dan dosen.
Pimpinan Public & Government Affairs EMCL tersebut menambahkan, pendidikan merupakan salah satu pilar Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) yang dijalankan EMCL bersama SKK Migas. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program, mulai dari peningkatan kapasitas guru, pendampingan sistem manajemen sekolah, edukasi langsung kepada siswa, hingga dukungan peningkatan infrastruktur pendidikan. Program tersebut menyasar berbagai jenjang, mulai pendidikan anak usia dini hingga perguruan tinggi.
“Kami membantu pemerintah dan berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam meningkatkan taraf pendidikan di masyarakat,” imbuh Malik.
Materi mengenai industri hulu migas tersebut mendapat sambutan positif dari mahasiswa. Salah satunya Maulan, mahasiswa tingkat dua STAI Senori. Ia mengaku mendapatkan pengetahuan baru, terutama mengenai perbedaan industri hulu dan hilir migas.
“Saya jadi tahu bahwa Tuban juga ternyata ada kontribusinya untuk produksi minyak nasional,” ungkapnya.
Ketua PWI Kabupaten Tuban, Suwandi mengatakan program PWI Goes to Campus telah berlangsung lebih dari 10 tahun dengan lokasi pelaksanaan yang berpindah-pindah dari satu kecamatan ke kecamatan lainnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan bentuk kontribusi insan pers dalam memberikan edukasi dan meningkatkan literasi informasi, khususnya bagi mahasiswa dan generasi muda.
“Tugas kami tidak hanya sekadar peliputan, tetapi juga bagaimana memberikan edukasi dan sosialisasi tentang berita-berita positif, terutama kepada generasi milenial dan Gen Z agar menjadi pelopor informasi yang bermanfaat dan sehat,” tutur Suwandi.
Ia juga menyoroti derasnya arus digitalisasi yang membuat masyarakat semakin mudah menerima sekaligus menyebarkan informasi. Namun, kemudahan tersebut perlu diimbangi dengan sikap kritis dalam memeriksa kebenaran berita maupun konten di media sosial.
“Jangan sampai informasi yang diterima langsung ditelan mentah-mentah, kemudian dibagikan tanpa mengetahui kebenarannya,” pesannya. (min)