JATIMPOS.CO/TUBAN – Wahidah Faizatin mendapat mandat memimpin Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Tuban setelah memenangi Konferensi Cabang (Konfercab) XII di Kampus IIK NU Tuban, Minggu (25/10/2026). Ia meraih 319 suara dari total 443 suara yang tercatat dalam pemilihan ketua organisasi perempuan muda NU tersebut.
Perolehan itu mengungguli kandidat lainnya, Yuni, yang memperoleh 120 suara. Sementara itu, empat suara lainnya masing-masing tertulis atas nama Vivin, Sri Wahyuni, Heni, dan Yayuk.
Kemenangan tersebut menjadi awal tanggung jawab baru bagi perempuan yang akrab disapa Titin itu. Dengan dukungan mayoritas suara, ia dihadapkan pada tantangan untuk menyatukan kader sekaligus menerjemahkan gagasan pembaruan menjadi program nyata bagi Fatayat NU Tuban.
Alumni aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu menegaskan, kemenangan dalam Konfercab XII bukan sekadar keberhasilan seorang kandidat, melainkan kemenangan bersama seluruh kader Fatayat NU. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen organisasi untuk memperkuat kebersamaan dan mengarahkan energi kolektif bagi kepentingan masyarakat.
“Kami mengajak seluruh kader Fatayat untuk bahu-membahu menunjukkan sikap yang terbaik agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” ujar perempuan kelahiran Desa Sumurgung, Kecamatan Montong ini.
Menurut Titin, kepemimpinan baru harus menjadi momentum untuk memperkuat peran Fatayat NU, tidak hanya dalam kaderisasi internal, tetapi juga dalam menjawab kebutuhan perempuan dan masyarakat secara luas. Semangat perjuangan para ulama, kata dia, perlu diwujudkan melalui kerja organisasi yang nyata dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
Salah satu agenda yang menjadi perhatian Titin adalah transformasi digital organisasi. Adaptasi terhadap perkembangan teknologi dinilai penting untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan efektivitas koordinasi, serta memperluas ruang partisipasi perempuan muda dalam berbagai bidang.
“Melalui transformasi digital, tata kelola organisasi diharapkan menjadi lebih tertata, kapasitas kader semakin meningkat, serta ruang partisipasi perempuan muda semakin luas di berbagai bidang,” jelasnya.
Selain digitalisasi, penguatan kaderisasi dan peningkatan kontribusi sosial menjadi pekerjaan penting bagi kepemimpinan baru Fatayat NU Tuban. Tantangannya bukan hanya menghadirkan gagasan perubahan, melainkan memastikan setiap program dapat dijalankan secara berkelanjutan dan dirasakan manfaatnya oleh kader maupun masyarakat.
Dengan mandat yang diperoleh melalui Konfercab XII, Titin kini memiliki kesempatan untuk membawa Fatayat NU Tuban menjadi organisasi yang semakin solid, adaptif, dan responsif terhadap persoalan perempuan serta kebutuhan masyarakat. (min)