JATIMPOS.CO//JOMBANG — BPJS Ketenagakerjaan mendorong keluarga pekerja yang menjadi penerima manfaat agar tidak hanya menerima santunan, tetapi juga mampu bangkit dan membangun kemandirian ekonomi melalui Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA).
Program tersebut diluncurkan secara serentak di seluruh Indonesia melalui Soft Launching Nasional PEKA pada Selasa (18/8/2026). Di Kabupaten Jombang, program diwujudkan melalui pelatihan ternak ayam petelur bagi 65 kepala keluarga penerima manfaat di PT Multi Pakan Jaya Sentosa (MPJS), Kecamatan Perak.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jombang, Ibrahim Hadi Wibowo, mengatakan PEKA merupakan bagian dari upaya BPJS Ketenagakerjaan memberikan manfaat yang lebih luas kepada keluarga peserta setelah risiko terjadi.
“BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya melindungi pada saat peserta aktif menjadi peserta. Pasca itu, kami juga memberikan kemanfaatan dari santunan yang sudah diterima ahli waris dalam bentuk pelatihan yang benar-benar bermanfaat,” ujar Ibrahim, Jumat (21/8/2026).
Menurutnya, pelatihan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi ahli waris untuk mengembangkan usaha sehingga memiliki sumber penghasilan yang berkelanjutan.
Ibrahim menjelaskan, PEKA membawa semangat Value Beyond Protection, yakni perlindungan tidak berhenti ketika manfaat jaminan sosial telah diberikan. Penerima manfaat juga didorong memiliki keterampilan dan kemampuan untuk kembali produktif.
“Harapannya ahli waris dapat melanjutkan kehidupannya dan bisa mandiri dalam perekonomian,” katanya.
Program PEKA menyasar penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan, mulai dari ahli waris peserta hingga pekerja yang memasuki masa persiapan pensiun. Bentuk pemberdayaan disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi ekonomi masing-masing daerah, mulai dari pelatihan keterampilan, kewirausahaan, literasi keuangan hingga pendampingan usaha.
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat mengatakan, kehilangan tulang punggung keluarga akibat risiko kerja maupun meninggal dunia karena sakit dapat membawa perubahan besar terhadap kondisi ekonomi keluarga.
“Manfaat yang kami bayarkan tentu sangat berarti, tetapi kami ingin kehadiran BPJS Ketenagakerjaan tidak berhenti di sana. Kami ingin membantu mereka punya bekal untuk bangkit dan kembali menatap masa depan dengan lebih optimistis,” ujarnya.
Ia menegaskan, perlindungan sosial bukan merupakan titik akhir. Setelah risiko terjadi, masih ada kehidupan keluarga yang harus terus berjalan.
“Melalui PEKA kami ingin membuka kesempatan bagi penerima manfaat untuk belajar, mengembangkan keterampilan, dan perlahan membangun kembali sumber penghidupan yang mandiri,” tambahnya.
Di Jombang, pelaksanaan PEKA mendapat dukungan dari pemerintah daerah dan mitra usaha. Pelatihan ternak ayam petelur di PT MPJS juga menjadi sarana bagi para ahli waris untuk memperoleh pengetahuan praktis mengenai usaha peternakan.
Salah seorang peserta mengaku pelatihan tersebut memberikan ilmu baru yang dapat dikembangkan sebagai peluang usaha.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat. Saya mendapatkan ilmu tentang ternak ayam dan berharap ke depan bisa mengembangkan usaha sebagai peternak,” ujarnya.
Ibrahim berharap kolaborasi antara BPJS Ketenagakerjaan, pemerintah daerah, dunia usaha, perbankan dan berbagai pihak lainnya dapat terus diperkuat agar pemberdayaan tidak berhenti setelah pelatihan.
“Yang kami harapkan bukan sekadar selesai mengikuti pelatihan. Keterampilan yang didapat benar-benar bisa menjadi jalan untuk memperoleh penghasilan dan membuat penerima manfaat semakin mandiri,” pungkasnya. (her)