JATIMPOS.CO/KABUPATEN MADIUN — Pemerintah Kabupaten Madiun mencatat capaian signifikan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Mei 2026.

Program yang menyasar peserta didik mulai jenjang PAUD hingga SMP ini terus diperluas sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini.

Capaian tersebut disampaikan Bupati Madiun, Hari Wuryanto, saat menjadi pembina upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) beberapa waktu lalu.

Ia merinci, jumlah satuan pendidikan yang telah menerima program MBG saat ini mencapai 685 lembaga PAUD/TK, 405 sekolah dasar (SD), serta 52 sekolah menengah pertama (SMP).

Meski demikian, masih terdapat sebagian peserta didik yang belum terjangkau program tersebut. Persentasenya masing-masing sebesar 23,5 persen untuk PAUD/TK, 13,30 persen untuk SD, dan 12,9 persen untuk SMP.

Menurut Hari Wuryanto capaian tersebut menunjukkan progres yang cukup menggembirakan. Pemerintah daerah akan terus mendorong perluasan program agar seluruh peserta didik di Kabupaten Madiun dapat merasakan manfaatnya.

“Ini luar biasa. Mudah-mudahan sesuai yang diharapkan oleh Presiden, program ini bisa meningkatkan kecerdasan anak-anak kita ke depan,” ujar Hari Wur, panggilan akrab Bupati Madiun.

Ia menambahkan, program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi siswa, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pembangunan pendidikan daerah. Program ini sejalan dengan target nasional wajib belajar 13 tahun.

Selain berdampak pada sektor pendidikan, pelaksanaan MBG juga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian lokal. Pemanfaatan bahan pangan dari daerah setempat menjadi prioritas, dengan tetap mengedepankan standar operasional prosedur (SOP) terkait kualitas dan kandungan gizi makanan.

Pemerintah Kabupaten Madiun, lanjutnya, memastikan pengawasan program dilakukan secara ketat agar manfaat yang diberikan benar-benar optimal bagi tumbuh kembang peserta didik. (jum).