JATIMPOS.CO/TRENGGALEK — Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin melantik dan mengambil sumpah delapan pejabat tinggi pratama serta Direktur Perumda Tirta Wening di Gedung Bawarasa lantai 1, Rabu (1/4/2026).
Pelantikan tersebut dilakukan usai kegiatan halal bihalal bersama jajaran dan merupakan bagian dari penyesuaian struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) baru.
Mas Ipin—sapaan Mochamad Nur Arifin—menjelaskan, rotasi jabatan dilakukan untuk menilai efektivitas kinerja pejabat serta penempatan yang lebih optimal.
“Pelantikan ini karena adanya nomenklatur baru, sehingga perlu penyesuaian. Kami evaluasi apakah masih optimal atau lebih tepat di posisi lain,” ujarnya.
Sejumlah pejabat yang dilantik di antaranya Saeroni yang kini menjabat Direktur RSUD dr. Soedomo Trenggalek, serta Sunarto yang dipercaya sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Trenggalek.
Kemudian Joko Susanto menjabat Kepala Dinas PMPTSP, sementara posisi sebelumnya diisi Muyono Piranata. Selanjutnya Edi Santoso menjadi Kepala BPKPD, Agus Dwi Karyanto menjabat Kepala Dinas Pendidikan, dan Suhartoko mengisi jabatan Kepala BPKPD sebelumnya.
Selain itu, Habib Solehudin dilantik sebagai Kepala Dinas Sosial PPPA. Untuk Direktur Perumda Tirta Wening diisi Khoirul Ansori, hasil seleksi terbuka yang dilakukan Pemkab Trenggalek.
Mas Ipin berharap direktur baru Perumda mampu meningkatkan kualitas layanan air bersih kepada masyarakat.
“Saya ingin pelayanan PDAM lebih progresif. Kami memilih berdasarkan kualitas dan rekam jejak,” katanya.
Ia menambahkan, fokus utama pengelolaan Perumda meliputi peningkatan layanan, pengurangan kebocoran, serta pengembangan unit usaha seperti air minum dalam kemasan (AMDK).
Terkait BPKPD, Mas Ipin menekankan pentingnya optimalisasi pendapatan daerah. Menurutnya, pemerintah daerah harus menyesuaikan komposisi belanja pegawai sesuai ketentuan Undang-Undang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (HKPD).
“Biaya pegawai tidak boleh lebih dari 30 persen. Maka kita harus meningkatkan pendapatan daerah,” ujarnya.
Ia juga menyebut Pendapatan Asli Daerah (PAD) Trenggalek mengalami peningkatan dari sekitar Rp260 miliar menjadi Rp353 miliar.
Sementara di sektor pendidikan, Mas Ipin berharap peningkatan kualitas layanan, termasuk pemenuhan sarana prasarana di desa serta optimalisasi dukungan APBD dan APBN. (Ard)
