JATIMPOS.CO/KABUPATEN MADIUN — Rasa cemas petani di Kabupaten Madiun akibat ambrolnya Bendung Kedungrejo mulai terjawab. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan aliran irigasi akan kembali normal dalam waktu sekitar dua minggu melalui penanganan darurat.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri PU, Diana Kusumastuti saat meninjau langsung lokasi bendung di Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Rabu (1/4/2026).

“Ini segera kita lakukan perbaikan, kira-kira dua minggu agar air tetap bisa diarahkan untuk irigasi,” ujar Diana.

Ia menegaskan, pemerintah akan memberi perhatian serius terhadap pemulihan fungsi Bendung Kedungrejo. Pasalnya, bendung tersebut berperan penting dalam mengairi lahan pertanian seluas 1.554 hektar.

“Ini langsung kita tangani untuk masyarakat. Karena ini juga untuk kebutuhan swasembada pangan yang merupakan program strategis Presiden,” kata dia.

Menurut Diana, penanganan darurat difokuskan pada pembersihan sedimentasi serta evakuasi material bangunan yang roboh. Saat ini, sebanyak 30 personel dan sejumlah alat berat telah diterjunkan ke lokasi untuk mempercepat proses perbaikan.

“Alat berat sudah turun, termasuk sandbag untuk pengendalian aliran. Selama dua minggu ini akan kami optimalkan supaya irigasi tidak terganggu,” ungkapnya.

Setelah penanganan darurat, Kementerian PU akan mengusulkan pembangunan permanen bendung melalui skema Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi.

“Estimasi pembangunan permanen sekitar Rp 20 miliar. Kami mohon dukungan dari pemerintah provinsi dan kabupaten untuk segera mengusulkan agar bisa cepat kami tindak lanjuti,” tutur Diana.

Sementara itu, Wakil Bupati Madiun, Purnomo Hadi menyatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti arahan dari Kementerian PU. Ia menyebut perbaikan bendung menjadi prioritas, terutama menjelang musim kemarau.

“Kejadian ini terjadi pada 27 Maret lalu, dan kami langsung berkoordinasi dengan BBWS serta kementerian. Responsnya sangat cepat, hari ini Ibu Wamen sudah turun langsung,” kata dr. Pur, panggilan akrab Wabup Madiun.

Ia menekankan pentingnya percepatan pemulihan fungsi bendung sebagai langkah antisipasi kekeringan di musim kemarau.

“Yang penting bendung ini bisa segera difungsikan kembali. Karena ini kunci untuk mengairi 1.554 hektar sawah dan menjaga ketahanan pangan, baik di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, hingga nasional,” ujarnya.

Diketahui, Bendung Kedungrejo merupakan infrastruktur lama yang dibangun pada 1936 dan baru sekali direnovasi pada 1970. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor kerusakan, sehingga diperlukan penanganan menyeluruh baik darurat maupun permanen. (jum).