JATIMPOS.CO/KOTA MADIUN – Pesantren Kilat Ramadan untuk lansia yang digelar Pimpinan Daerah (PD) Salimah Kota Madiun resmi dibuka di Masjid Raudlatul Jannah, Bumi Semendung, Kota Madiun, Sabtu (21/2/2026).
Kegiatan bertema “Lansia Bahagia di Bulan Ramadan” itu diikuti sekitar 165 peserta lanjut usia dalam rangka menyemarakkan Ramadan 1447 H/2026 M.
Hadir dalam kegiatan tersebut Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, Bagus Panuntun, beserta istri dan Istri Sekda Kota Madiun, Ny. Erna Purwitasari Soeko Dwi Handiarto, bersama jajaran pengurus PD Salimah Kota Madiun, Camat dan Lurah setempat.
Usai pembukaan, panitia bersama jajaran pemerintah juga menyerahkan bantuan kepada para lansia di Pondok Lansia Kota Madiun. Bantuan tersebut diserahkan oleh Ny. Erna Purwitasari Soeko Dwi Handiarto bersama pengurus PD Salimah.
Plt Wali Kota Madiun, Bagus Panuntun menyampaikan apresiasi atas konsistensi Salimah dalam menggelar kegiatan pembinaan keagamaan bagi lansia setiap Ramadan.
“Hari ini kami diundang oleh Salimah Kota Madiun. Kami mewakili Pemerintah Kota mengucapkan terima kasih atas kegiatan rutin yang diadakan setiap bulan puasa di Pondok Lansia ini,” ujarnya.
Menurut dia, kegiatan keagamaan seperti pesantren kilat sangat membantu pemerintah dalam membina para lansia agar tetap produktif dan aktif secara sosial.
“Produktivitas lansia menjadi kunci penting karena berdampak langsung pada peningkatan usia harapan hidup di Kota Madiun,” katanya.
Bagus Panuntun memaparkan, angka harapan hidup (UHH) di Kota Madiun menunjukkan tren positif. Pada 2024, UHH berada di angka 75 tahun, kemudian meningkat menjadi 76 tahun pada 2025. “Kenaikan ini salah satunya dipicu oleh tingkat kebahagiaan lansia melalui kegiatan-kegiatan positif seperti ini,” tuturnya.
Ia menambahkan, peningkatan UHH turut berkontribusi terhadap kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Madiun, dari 84,51 menjadi 85,12. “Kenaikan usia harapan hidup merupakan salah satu indikator utama dalam penilaian IPM, selain rata-rata lama sekolah,” ucapnya.
Ia juga menegaskan, Pemerintah Kota Madiun membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan berbagai organisasi kemasyarakatan.
“Terkait lansia, sudah banyak program yang dijalankan melalui Dinas Sosial maupun Dinas Kesehatan. Kami harap Salimah dapat terus terkoneksi dan ikut serta dalam program-program tersebut,” katanya.
Sementara itu, Ketua PD Salimah Kota Madiun, dr. Irin Puji Rahayu, menjelaskan bahwa Pesantren Kilat Lansia telah digelar sejak 2023 dan menjadi agenda rutin setiap Ramadan.
Karena menyasar peserta lanjut usia, kegiatan dikemas secara singkat, dimulai pukul 07.30 WIB hingga Salat Zuhur berjamaah. Setelah itu, peserta diperkenankan pulang. “Selama setengah hari, para lansia mengikuti khotmil Qur’an, zikir, tausiyah, hingga salat Zuhur berjamaah,” ujarnya.
Ia menuturkan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup lansia agar tetap bahagia dan produktif, sekaligus memperkuat keimanan dan ketakwaan di bulan suci.
Selain aspek spiritual, pesantren kilat juga menjadi ajang silaturahmi bagi para lansia dari berbagai kelurahan di Kota Madiun.
“Kami ingin para lansia memiliki ruang untuk berkumpul, saling menyemangati, dan tetap merasa berarti di usia senja,” kata Irin. (jum).