JATIMPOS.CO//KOTA MOJOKERTO – Pemerintah Kota Mojokerto terus mendorong pengembangan inovasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan menjawab kebutuhan masyarakat. Upaya tersebut diwujudkan melalui gelaran Mojo City Innovation Expo 2026 yang menghadirkan lebih dari 20 stan inovasi di Atrium Sunrise Mall, Kota Mojokerto, pada 19–20 Oktober 2026.
Mengusung tema Ideas into Action, Innovation into Impact, pameran ini menjadi ruang bagi pemerintah daerah, para inovator, dan masyarakat untuk mengenal berbagai gagasan kreatif yang dikembangkan guna mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Pusat Strategi Kebijakan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Digitalisasi Pemerintah, dan Inovasi Pemerintahan Dalam Negeri pada Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri, David Yama.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, yang akrab disapa Ning Ita, mengatakan bahwa inovasi merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan. Menurutnya, berbagai gagasan baru perlu terus dikembangkan agar pelayanan yang diberikan pemerintah semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Saat membuka kegiatan pada Senin (19/10) malam, Ning Ita menegaskan bahwa Pemkot Mojokerto secara konsisten memberikan ruang bagi perangkat daerah maupun masyarakat untuk melahirkan ide-ide kreatif.
“Kami secara konsisten setiap tahun berupaya membuka ruang bagi inovator dan masyarakat yang punya kreativitas untuk menyampaikan ide-ide kreatifnya dalam rangka menjawab apa yang menjadi kebutuhan masyarakat kita, baik dalam hal pelayanan publik maupun dalam penyelenggaraan pemerintahan,” ujarnya.
Ning Ita mengungkapkan, pada 2026 terdapat sebanyak 259 inovasi Kota Mojokerto yang telah masuk dalam aplikasi inovasi Kementerian Dalam Negeri. Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan inovasi daerah yang tidak hanya berhenti pada gagasan, tetapi juga diimplementasikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia menjelaskan, inovasi yang telah terdaftar menunjukkan tingkat kematangan yang tinggi karena telah dijalankan secara berkelanjutan dan memiliki dampak yang dapat diukur.
“Setiap inovasi yang sudah terdaftar di Kementerian Dalam Negeri menunjukkan tingkat kematangan yang sangat tinggi. Menunjukkan bahwa inovasi ini sudah dijalankan minimal selama dua tahun dan inovasi ini terukur dampak manfaat nyata bagi masyarakat kita,” tuturnya.
Lebih lanjut, Ning Ita mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam menciptakan inovasi yang mampu mempermudah akses terhadap pelayanan publik. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat diperlukan agar gagasan yang lahir benar-benar menjawab persoalan di lapangan.
Konsistensi pengembangan inovasi tersebut juga mengantarkan Kota Mojokerto meraih predikat kota terinovatif se-Indonesia dari Kementerian Dalam Negeri selama empat tahun berturut-turut, mulai 2022.
Melalui Mojo City Innovation Expo 2026, Pemkot Mojokerto berharap berbagai inovasi yang dipamerkan dapat semakin dikenal masyarakat sekaligus menjadi inspirasi bagi pengembangan pelayanan publik yang lebih efektif, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan warga.
Selain menghadirkan inovasi dari perangkat daerah di lingkungan Pemkot Mojokerto, expo ini juga melibatkan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Timur serta sejumlah pemerintah daerah, yakni Kabupaten Sampang, Kabupaten Jombang, dan Kabupaten Mojokerto.
Keterlibatan berbagai pihak tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pertukaran gagasan dan pengalaman dalam pengembangan inovasi daerah, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. (din)