JATIMPOS.CO/KOTA MOJOKERTO – Menyambut momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, Pemerintah Kota Mojokerto memperketat pengawasan terhadap peredaran makanan dan minuman di pusat perbelanjaan. Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari (Ning Ita), bersama Tim Koordinasi Pembinaan dan Pengawasan Obat dan Makanan (TKPPOM) turun langsung melakukan inspeksi mendadak di sejumlah swalayan pada Rabu (3/12/2025).
Sidak dilakukan di dua lokasi, yakni Swalayan Sanrio dan Superindo Kota Mojokerto. Di Swalayan Sanrio, Ning Ita tidak menemukan produk yang berpotensi membahayakan kesehatan konsumen. Meski demikian, ia menyoroti banyaknya produk makanan impor yang beredar di rak penjualan, mulai dari varian mie sampai camilan luar negeri. Hal ini menurutnya membutuhkan kewaspadaan ekstra dari masyarakat.
Namun situasi berbeda ditemukan saat rombongan beralih ke Superindo. Di tempat ini, tim menemukan sejumlah produk pangan beku seperti ikan pindang dan cumi impor yang tidak dilengkapi izin edar, meski memiliki masa simpan hingga dua tahun. Selain itu, beberapa minuman dalam kemasan juga ditemukan dalam kondisi rusak.
“Kami sedang melakukan uji sampel untuk memastikan keamanan produknya. Masyarakat harus berhati-hati ketika memilih makanan impor, terlebih jika tidak ada izin edar. Itu berarti belum dapat dipastikan keamanannya,” ujar Ning Ita.
Ia juga meminta pihak swalayan untuk segera menarik produk dengan kemasan rusak agar tidak dibeli masyarakat, terutama menjelang tingginya kebutuhan belanja parsel dan bahan makanan jelang perayaan Nataru.
“Pengujian kandungan makanan menjadi prioritas kami mulai pewarna, pemanis, pengawet hingga perisa. Semua harus sesuai dengan standar BPOM,” tegasnya.
Meskipun kewenangan penerbitan izin edar berada di tingkat kementerian, Ning Ita menegaskan bahwa Pemerintah Daerah tetap memiliki tanggung jawab dalam memastikan keamanan pangan, khususnya pada momen dengan potensi konsumsi tinggi.
Sementara itu, Store Leader Superindo Bhayangkara, Netina Yundawati, menyampaikan pihaknya akan menindaklanjuti temuan tersebut kepada pemasok. Ia memastikan kejadian serupa tidak akan terulang.
“Pada prinsipnya, semua produk yang masuk ke Superindo seharusnya sudah melewati prosedur sesuai regulasi. Kami akan segera berkoordinasi dengan supplier, dan apabila ada teguran dari dinas terkait, kami siap menindaklanjuti,” ujarnya (din/adv)