JATIMPOS.CO//SURABAYA – DPRD Jawa Timur menyiapkan lima agenda dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. Kegiatan tersebut mencakup agenda religi, kenegaraan, budaya, hingga napak tilas sejarah yang melibatkan masyarakat.
Ketua DPRD Jatim Musyafak Rouf mengatakan, peringatan Hari Jadi Jawa Timur tidak hanya menjadi agenda pemerintah dan legislatif, tetapi juga milik seluruh masyarakat. Karena itu, rangkaian kegiatan dirancang sebagai ruang kebersamaan sekaligus refleksi perjalanan provinsi.
“Hari Jadi Jawa Timur ini bukan hanya milik pemerintah atau DPRD, tetapi milik seluruh masyarakat Jawa Timur,” ujar Musyafak, Selasa (6/10/2026).
Agenda pertama adalah Jawa Timur Bersholawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf yang dijadwalkan berlangsung di halaman Gedung DPRD Jatim, Jalan Indrapura, Surabaya, Rabu (7/10/2026) malam. Kegiatan tersebut terbuka untuk masyarakat umum dan dijadwalkan dimulai pukul 19.00 WIB.
Musyafak mengajak masyarakat mengikuti kegiatan tersebut sebagai momentum berdoa bersama untuk Jawa Timur. Ia berharap provinsi ini semakin maju, masyarakatnya sejahtera, serta pembangunan berjalan dengan baik.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Jawa Timur untuk hadir, bersholawat dan berdoa bersama. Semoga di usia ke-81 ini Jawa Timur semakin maju, masyarakatnya semakin sejahtera, dan seluruh ikhtiar pembangunan mendapatkan keberkahan,” katanya.
Agenda kedua berupa Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-81 Jatim pada 12 Oktober 2026, setelah upacara peringatan di halaman Gedung Negara Grahadi. Sekretaris DPRD Jatim Moh Ali Kuncoro menyebut kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pukul 14.00 WIB.
Masyarakat umum juga berkesempatan mengikuti rapat paripurna melalui pendaftaran yang akan diumumkan lewat kanal resmi DPRD Jatim. Panitia menyediakan kuota 50 orang, sedangkan Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman telah dikonfirmasi menjadi pembicara dalam agenda tersebut.
Agenda ketiga adalah pagelaran wayang di halaman Gedung DPRD Jatim, Jalan Indrapura, Surabaya pada 24 Oktober 2026. Namun, Ali Kuncoro menyampaikan bahwa dalang, lakon, dan pengisi hiburan dalam kegiatan tersebut masih akan diumumkan kemudian.
Selanjutnya, agenda keempat berupa haul Gubernur pertama Jawa Timur, Raden Mas Tumenggung Aryo Suryo, di Kabupaten Magetan pada 11 November 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengenang tokoh dalam sejarah pemerintahan Jawa Timur.
Agenda kelima sekaligus penutup rangkaian yang disiapkan DPRD Jatim adalah pengajian akbar pada 30 November 2026. Kegiatan tersebut direncanakan menghadirkan KH Anwar Zahid dari Bojonegoro.
Ali Kuncoro mengatakan, rangkaian kegiatan dirancang tetap bermakna meskipun berlangsung dalam suasana efisiensi anggaran. Pelibatan masyarakat, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), menjadi salah satu perhatian dalam penyelenggaraannya.
“Kita ingin semarak, tetapi tetap bersahaja. Yang paling penting bukan kemewahannya, melainkan makna, kebersamaan dan bagaimana masyarakat bisa ikut merasakan Hari Jadi Jawa Timur,” pungkas Musyafak. (zen)